PALEMBANG — Kepengurusan baru Squash Indonesia Provinsi Sumatera Selatan yang berjumlah 35 orang tidak hanya menjalani seremoni pelantikan. Langsung setelahnya, mereka menggelar Kejurprov Piala Gubernur sebagai ajang pembinaan dan seleksi atlet menuju level nasional.
Ketua Umum Squash Indonesia Sumatera Selatan, Geri Raditya Suparudin, mengatakan kepengurusan baru ini membawa harapan baru bagi perkembangan cabang olahraga squash di daerah tersebut.
“Ini pengurus baru, tentu harapan baru juga. Kami ingin cabang olahraga squash ke depan bisa memberikan prestasi untuk Sumatera Selatan,” kata Geri dalam sambutannya usai pelantikan di Venue Squash Jakabaring Sport City.
Kejurprov Piala Gubernur Sumatera Selatan diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai kota dan kabupaten di Sumsel. Geri menegaskan ajang ini bukan sekadar kompetisi biasa.
“Hasil dari kejurprov ini nanti akan menjadi bahan seleksi menuju Kejurnas bulan Juli,” ujarnya.
Selain agenda kompetisi jangka pendek, pengurus baru juga menyiapkan program pembinaan jangka panjang melalui jalur pendidikan olahraga. Salah satu prioritas utama adalah mendorong atlet squash Sumsel untuk masuk ke Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS).
Menurut Geri, keberadaan atlet di lingkungan sekolah olahraga akan membantu proses pembinaan lebih optimal. Mereka akan mendapatkan program latihan rutin, fasilitas penginapan, serta pendampingan yang berkelanjutan.
“Kami ingin atlet squash bisa masuk ke SONS agar pembinaannya lebih maksimal dan mereka punya peluang bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Dengan kepengurusan baru dan agenda pembinaan yang mulai berjalan, Squash Sumsel berharap mampu kembali melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat bersaing di level nasional maupun membawa nama Sumatera Selatan di berbagai kejuaraan mendatang.