Perkara hukum berjudul Joseph Taylor v. Google ini bukan sekadar soal kompensasi. Gugatan menyebut praktik pengumpulan data Google melanggar hukum conversion — sebuah tindak pidana perdata di AS ketika satu pihak mengambil properti milik pihak lain dengan niat merampasnya. Klaim ini belum pernah dimenangkan dalam skema class action senilai lebih dari USD 100 juta sebelumnya.
Google membantah semua tuduhan. "Kami senang bisa menyelesaikan kasus ini, yang salah menggambarkan praktik industri standar yang menjaga keamanan Android," kata José Castañeda, juru bicara Google, dalam pernyataan resmi. Pengadilan belum memutuskan apakah Google melanggar hukum — perusahaan memilih menyelesaikan di luar sidang.
Kriteria kelas gugatan ini sangat spesifik. Anda harus memenuhi semua syarat berikut:
Batas opsi keluar (opt-out) sudah berakhir pada 29 Mei 2024. Mereka yang memilih keluar bisa menggugat Google secara terpisah, tapi otomatis tidak menerima bagian dari dana ini.
Jumlah pasti per orang belum ditentukan, tapi ada batas atas: maksimal USD 100 (sekitar Rp 1,6 juta) per penerima. Sebagian dana akan dipotong untuk biaya pengacara, sisanya dibagi rata ke anggota kelas. Jika ada sisa dana setelah pembagian pertama, putaran kedua akan didistribusikan.
Meski memenuhi syarat, Anda tetap harus mengisi metode pembayaran di situs resmi settlement untuk memastikan dana masuk. Tanpa itu, klaim Anda tidak dijamin.
Selain kompensasi, gugatan ini memaksa Google mengubah kebijakan data di Android. Perusahaan setuju menambahkan tombol toggle untuk mematikan jenis pengumpulan data tertentu saat pengguna pertama kali menyalakan ponsel baru. Google juga wajib memberikan pengungkapan yang lebih jelas tentang praktik pengumpulan data mereka — perubahan yang akan dirasakan oleh setiap pengguna Android baru di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Ini bukan satu-satunya gugatan yang dihadapi Google terkait praktik iklan. Pekan lalu, Google juga menyetujui penyelesaian awal senilai USD 68 juta dalam kasus serupa yang melibatkan Google Assistant, asisten suara yang kini digantikan Gemini untuk perangkat rumah.