Pencarian

Google Bayar Rp 2,1 Triliun ke Pengguna Android AS, Cek Kelayakan Anda Sebelum 23 Juni 2026

Minggu, 14 Juni 2026 • 01:52:31 WIB
Google Bayar Rp 2,1 Triliun ke Pengguna Android AS, Cek Kelayakan Anda Sebelum 23 Juni 2026
Google setujui pembayaran Rp 2,1 triliun kepada pengguna Android AS dalam gugatan perlindungan data.

Perkara hukum berjudul Joseph Taylor v. Google ini bukan sekadar soal kompensasi. Gugatan menyebut praktik pengumpulan data Google melanggar hukum conversion — sebuah tindak pidana perdata di AS ketika satu pihak mengambil properti milik pihak lain dengan niat merampasnya. Klaim ini belum pernah dimenangkan dalam skema class action senilai lebih dari USD 100 juta sebelumnya.

Google membantah semua tuduhan. "Kami senang bisa menyelesaikan kasus ini, yang salah menggambarkan praktik industri standar yang menjaga keamanan Android," kata José Castañeda, juru bicara Google, dalam pernyataan resmi. Pengadilan belum memutuskan apakah Google melanggar hukum — perusahaan memilih menyelesaikan di luar sidang.

Siapa yang Berhak Mendapatkan Uang?

Kriteria kelas gugatan ini sangat spesifik. Anda harus memenuhi semua syarat berikut:

  • Warga negara AS atau tinggal di wilayahnya (tidak termasuk Indonesia atau negara lain)
  • Pernah menggunakan ponsel Android dengan paket data seluler antara 12 November 2017 hingga sidang final disetujui
  • Tidak menjadi anggota class action Csupo v. Google LLC — kasus serupa yang hanya mencakup warga California

Batas opsi keluar (opt-out) sudah berakhir pada 29 Mei 2024. Mereka yang memilih keluar bisa menggugat Google secara terpisah, tapi otomatis tidak menerima bagian dari dana ini.

Berapa Nominal yang Akan Diterima?

Jumlah pasti per orang belum ditentukan, tapi ada batas atas: maksimal USD 100 (sekitar Rp 1,6 juta) per penerima. Sebagian dana akan dipotong untuk biaya pengacara, sisanya dibagi rata ke anggota kelas. Jika ada sisa dana setelah pembagian pertama, putaran kedua akan didistribusikan.

Meski memenuhi syarat, Anda tetap harus mengisi metode pembayaran di situs resmi settlement untuk memastikan dana masuk. Tanpa itu, klaim Anda tidak dijamin.

Dampak ke Depan: Toggle Data dan Syarat Layanan Baru

Selain kompensasi, gugatan ini memaksa Google mengubah kebijakan data di Android. Perusahaan setuju menambahkan tombol toggle untuk mematikan jenis pengumpulan data tertentu saat pengguna pertama kali menyalakan ponsel baru. Google juga wajib memberikan pengungkapan yang lebih jelas tentang praktik pengumpulan data mereka — perubahan yang akan dirasakan oleh setiap pengguna Android baru di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Ini bukan satu-satunya gugatan yang dihadapi Google terkait praktik iklan. Pekan lalu, Google juga menyetujui penyelesaian awal senilai USD 68 juta dalam kasus serupa yang melibatkan Google Assistant, asisten suara yang kini digantikan Gemini untuk perangkat rumah.

Bagikan
Sumber: cnet.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks