Erick Thohir Kumpulkan Dispora se-Indonesia, Fokus 21 Cabor Unggulan Olimpiade

Penulis: Fakhrudin Akbar  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:19:31 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memimpin Forum Nasional Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (15/10).

SUMATERA SELATAN — Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mempertemukan perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga dari seluruh Indonesia dalam Forum Nasional Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (15/10). Forum itu menyepakati pembinaan olahraga prestasi di daerah harus mengacu pada 21 cabang olahraga unggulan dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), dengan Olimpiade sebagai target akhir.

Pertemuan tersebut menjadi langkah Kemenpora menyatukan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah soal arah pembinaan atlet. Selama ini, banyak daerah berjalan sendiri tanpa rujukan yang sama dengan program nasional.

Erick menegaskan, DBON sudah menetapkan 21 cabang olahraga unggulan yang harus jadi prioritas pembinaan di seluruh wilayah. Daerah diminta mulai mengarahkan sumber daya ke cabang-cabang tersebut.

Olimpiade Jadi Muara Akhir Pembinaan

Menurut Erick, prestasi di Olimpiade punya tempat khusus di ingatan publik. Ia mencontohkan bagaimana juara dunia bulu tangkis selalu dikaitkan dengan siapa yang berhasil naik podium Olimpiade.

"Kita sudah punya Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dengan 21 cabang olahraga unggulan. Kita berharap seluruh daerah mulai fokus pembinaan pada 21 cabang olahraga tersebut. Tujuan kita adalah untuk meraih prestasi di Olimpiade," kata Erick.

"Misalnya, ketika kita berbicara tentang juara dunia bulu tangkis, yang akan selalu diingat juga adalah siapa yang menjadi juara Olimpiade. Hal ini yang perlu kita samakan persepsinya," ujarnya.

Infrastruktur Olahraga Masuk Pembahasan Utama

Salah satu sorotan forum adalah pembangunan dan perawatan sarana olahraga. Erick menyoroti risiko rekomendasi Kemenpora yang tidak ditindaklanjuti kementerian lain, sehingga pembinaan atlet di daerah kerap terhambat fasilitas.

"Misalnya, tadi kami membahas fasilitas olahraga. Nah, ini yang saya maksud, jangan sampai Kemenpora hanya memberikan rekomendasi, tetapi tidak ditindaklanjuti oleh kementerian lain," ucap Erick.

Hasil forum akan diramu menjadi bahan penyusunan undang-undang spesifik tentang keolahragaan, termasuk keterkaitannya dengan sarana penunjang pembinaan.

Dorong Undang-Undang Baru di DPR

Kemenpora berencana mendorong pembahasan undang-undang baru terkait olahraga dan kepemudaan di DPR. Erick menilai masih banyak celah aturan yang perlu diperbaiki untuk kemajuan olahraga nasional.

"Nanti akan kita bahas lebih lanjut. Bahkan, kita akan mendorong pembahasan undang-undang baru terkait olahraga dan kepemudaan di DPR karena masih banyak hal yang perlu diperbaiki untuk kemajuan kepemudaan dan olahraga nasional," tambahnya.

Langkah ini menempatkan Dispora daerah sebagai ujung tombak pembinaan, dengan Kemenpora berperan menyiapkan kerangka regulasi dan infrastruktur. Arahnya jelas: memastikan program daerah tidak lagi lepas dari target Olimpiade.

Reporter: Fakhrudin Akbar
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top