SUMATERA SELATAN — Surat tuduhan pelecehan seksual terhadap anak yang melibatkan Thomas Markle Sr. disebut sudah diketahui Pangeran William dan Kate Middleton sejak 2019. Sumber Istana menyebut polisi punya kewajiban memberi tahu pihak kerajaan sebelum surat itu sampai ke Meghan dan Harry.
Laporan Page Six menyebut surat itu kemudian diteruskan kepada Meghan Markle dan Pangeran Harry. Yang jadi pertanyaan sekarang: apakah Istana sudah tahu isinya sebelum surat berpindah tangan?
Seorang sumber yang dekat dengan keluarga kerajaan berbicara kepada Daily Mail. Menurut sumber itu, hampir tidak mungkin pihak Istana tidak mengetahui keberadaan surat tersebut.
Logikanya sederhana bagi sumber tersebut. Meghan dan Harry dinilai tidak mungkin menerima surat semacam itu secara terpisah tanpa ada pemberitahuan lebih dulu kepada pihak kerajaan.
"Itu adalah tugas kepolisian untuk memberi tahu Istana mengenai klaim tersebut," ujar sumber tersebut.
Pangeran William dan Kate Middleton disebut termasuk pihak yang mengetahui keberadaan surat itu. Perwakilan keduanya telah dihubungi untuk memberi tanggapan, tetapi belum memberikan komentar.
Situasi ini menambah lapisan baru dalam dinamika keluarga kerajaan Inggris. Tuduhan yang tertulis dalam surat menyangkut ayah Meghan, sementara pihak yang disebut tahu adalah kakak ipar dan istrinya.
Surat itu dikirim enam tahun lalu, tapi pembahasannya baru mencuat belakangan. Perhatian publik kembali tertuju pada detail siapa tahu apa dan kapan.
Belum ada konfirmasi resmi dari Istana soal isi surat maupun soal siapa saja yang menerima tembusannya. Perwakilan William dan Kate juga belum buka suara.
Yang tersedia saat ini adalah keterangan sumber anonim kepada Daily Mail dan laporan Page Six. Keduanya belum diverifikasi?? oleh pihak kerajaan.
Tuduhan dalam surat belum berstatus putusan hukum. Tidak ada informasi soal penyelidikan lanjutan atau langkah hukum yang diambil setelah surat diterima kepolisian.
Roslyn Loveless, penulis surat, sudah meninggal. Thomas Markle Sr. sendiri belum memberi tanggapan yang dipublikasikan terkait isi surat tersebut.
Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan keluarga kerajaan, kabar ini lebih soal alur informasi di dalam Istana ketimbang soal substansi tuduhannya. Sampai ada pernyataan resmi, semua masih bersandar pada keterangan sumber.
Kita tunggu saja apakah Istana memilih angkat bicara atau tetap bungkam seperti biasanya.