Pencarian

BKKBN Sumsel-Rumah Zakat Salurkan Paket Gizi GENTING ke Warga Palembang

Senin, 04 Mei 2026 • 11:46:02 WIB
BKKBN Sumsel-Rumah Zakat Salurkan Paket Gizi GENTING ke Warga Palembang
BKKBN Sumsel bersama Rumah Zakat menyalurkan paket gizi GENTING untuk ibu hamil, menyusui, dan anak bawah dua tahun di Palembang.

PALEMBANG — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Selatan memperkuat sinergi dengan Rumah Zakat melalui penyaluran bantuan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Kemuning, Kota Palembang pada Senin (29/4/2026) ini menyasar kelompok rentan, mencakup ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak bawah dua tahun (batuta).

Inisiatif strategis tersebut difokuskan pada penguatan intervensi gizi keluarga, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Fase ini dinilai sebagai momentum paling krusial dalam menentukan tumbuh kembang anak sekaligus mencegah risiko stunting secara permanen.

Adapun paket bantuan yang didistribusikan meliputi 10 kilogram beras, 30 butir telur, serta susu khusus bagi ibu hamil dan menyusui. Rumah Zakat juga menyertakan produk Superqurban, yakni olahan daging qurban dalam bentuk kornet yang kaya protein hewani dan memiliki daya simpan lebih lama untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

Inovasi Superqurban untuk Intervensi Gizi Berkelanjutan

Pemanfaatan produk Superqurban menjadi poin penting dalam kolaborasi ini. Inovasi pengolahan daging qurban menjadi kornet siap konsumsi memungkinkan distribusi bantuan protein yang lebih merata, bahkan ke wilayah dengan akses pangan terbatas maupun daerah dengan risiko stunting tinggi.

Melalui pendekatan ini, manfaat ibadah qurban tidak lagi bersifat momentum tahunan saat Idul Adha saja. Transformasi daging qurban menjadi produk olahan kaleng menjadikannya solusi jangka panjang dalam mendukung peningkatan gizi masyarakat secara berkelanjutan di Sumatera Selatan.

Mewakili Kepala BKKBN Provinsi Sumatera Selatan, Kholifaturrahman, S.H., M.Si., menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama dalam menekan prevalensi stunting. Program GENTING sendiri merupakan bagian integral dari gerakan yang lebih luas di tingkat provinsi.

"Program GENTING merupakan bagian dari gerakan ‘Songket Limar’ yang membuka ruang partisipasi masyarakat luas untuk turut berkontribusi dalam pemenuhan gizi ibu hamil dan anak batuta. Kami mengajak seluruh ASN, instansi, dan masyarakat untuk bersama-sama mengambil peran dalam upaya ini," ujar Kholifaturrahman.

Gerakan Songket Limar dan Partisipasi Publik

Gerakan Songket Limar yang digagas BKKBN Sumsel bertujuan menciptakan ekosistem gotong royong dalam penanganan stunting. Dengan melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan berbagai instansi sebagai orang tua asuh, diharapkan ada pendampingan intensif bagi keluarga berisiko di setiap wilayah.

Siti Musdalifah, salah satu warga penerima manfaat di Kecamatan Kemuning, menyatakan bantuan ini sangat meringankan beban ekonomi keluarga dalam mencukupi kebutuhan nutrisi harian anak. Menurutnya, bantuan pangan berkualitas seperti telur dan daging olahan sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan balita.

"Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan gizi anak kami. Terima kasih atas perhatian dan kepeduliannya," ungkap Siti saat menerima paket bantuan di Palembang.

Langkah Konkret Menekan Prevalensi Stunting Daerah

Data penyaluran ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan lembaga sosial dalam mengejar target penurunan angka stunting nasional. Kolaborasi antara BKKBN dan Rumah Zakat diharapkan menjadi pemantik bagi sektor swasta lainnya untuk turut serta dalam program intervensi gizi di tingkat akar rumput.

Pihak Rumah Zakat Perwakilan Sumatera Selatan juga membuka pintu bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam program kebaikan ini. Masyarakat dapat berkontribusi melalui dukungan terhadap program GENTING maupun penyaluran qurban melalui inovasi Superqurban agar dampaknya lebih luas bagi warga yang membutuhkan.

Upaya percepatan penurunan stunting di Sumatera Selatan kini terus dipacu melalui pemenuhan gizi yang optimal sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Koordinasi antara BKKBN tingkat provinsi, kota, dan unsur pemerintah kecamatan menjadi garda terdepan dalam memastikan bantuan tepat sasaran.

Bagikan
Sumber: rumahzakat.org

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks