SUMATERA SELATAN — Di wilayah Jakarta, Pertamina menaikkan harga Pertamax Turbo (RON 98) menjadi Rp 19.900 per liter dari sebelumnya Rp 19.400 per liter. Kenaikan juga terjadi pada produk diesel. Dexlite (CN 51) naik dari Rp 23.600 per liter menjadi Rp 26.000 per liter, sementara Pertamina Dex (CN 53) melonjak dari Rp 23.900 per liter menjadi Rp 27.900 per liter.
Produk Bensin Subsidi dan Pertamax Masih Stabil
Meski harga beberapa produk naik, Pertamina mempertahankan harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95) di level sebelumnya. BBM bersubsidi seperti Pertalite (RON 90) dan Solar Subsidi juga belum mengalami perubahan harga.
BP-AKR dan Vivo Ikut Naikkan Harga Diesel
Operator swasta BP-AKR turut mengerek harga produk diesel. BP Ultimate Diesel (CN 53) naik signifikan menjadi Rp 30.890 per liter, dari sebelumnya Rp 25.560 per liter pada pertengahan April 2026. Berdasarkan informasi resmi BP Indonesia, penyesuaian ini hanya berlaku untuk produk diesel. Harga bensin BP Ultimate masih bertahan di Rp 12.930 per liter dan BP 92 sebesar Rp 12.390 per liter.
Kenaikan serupa terjadi di SPBU Vivo. Produk Diesel Primus (CN 51) melonjak menjadi Rp 30.890 per liter, dari sebelumnya Rp 14.610 per liter. Sementara itu, harga bensin Vivo masih stabil. Revvo 92 (RON 92) dijual Rp 12.390 per liter dan Revvo 95 (RON 95) dipasarkan Rp 12.930 per liter.
Kapan Kenaikan Ini Berlaku?
Penyesuaian harga ini berlaku efektif per 16 Mei 2026. Daftar harga tersebut merupakan harga terbaru di wilayah Jakarta dan dapat berbeda di daerah lain.
Apa Saja yang Tidak Berubah?
Pertamina tidak mengubah harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95). BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar Subsidi juga tidak mengalami penyesuaian. Di sisi lain, BP-AKR dan Vivo hanya menaikkan harga produk diesel, sementara harga bensin di kedua operator tersebut masih sama seperti sebelumnya.