Balai Registrasi Gunung Merapi Dempo (Brigade) telah merampungkan serangkaian audiensi dengan Pemkot Pagar Alam, DPRD, dan Polres Pagar Alam sebagai syarat administratif pembukaan jalur. Sekretaris Brigade Desta Ndruru menyebutkan bahwa penurunan aktivitas erupsi menjadi dasar utama usulan ini.
Penurunan Aktivitas Vulkanik Jadi Dasar Pembukaan
"Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan Wakil Wali Kota Pagar Alam meminta agar jalur pendakian segera dibuka sebelum akhir Mei ini," kata Desta di Pagar Alam, Sabtu.
Keputusan ini merujuk pada laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang mencatat penurunan aktivitas erupsi Gunung Dempo sepanjang periode 1 April hingga 15 Mei 2026. Sebelumnya, jalur resmi ditutup pada 7 April 2026.
DPRD: Pembukaan Mendesak karena Banyak Pendaki Ilegal
Dukungan juga datang dari DPRD Kota Pagar Alam. Wakil Ketua DPRD Syahrol Effendy menilai pembukaan resmi sangat mendesak lantaran sejak penutupan, banyak pendaki nekat menerobos secara ilegal. Akibatnya, sampah menumpuk di sepanjang jalur tanpa pengawasan petugas.
"Pihak legislatif sangat mendukung pembukaan resmi ini. Sebab sejak jalur ditutup pada 7 April 2026 lalu banyak pendaki nekat menerobos secara ilegal. Dampaknya, terjadi penumpukan sampah yang dibuang sembarangan di sepanjang jalur akibat minimnya pengawasan," ungkap Desta Ndruru menirukan pernyataan legislatif.
Polres Pagar Alam Ingatkan Koordinasi Ketat dengan PVMBG
Brigade juga mengantongi restu dari aparat penegak hukum. Dalam pertemuan dengan Kabag OPS Polres Pagar Alam AKP Ramsi, pihak kepolisian menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan dengan PVMBG dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) sebelum jalur resmi dibuka.
Langkah ini dinilai krusial untuk meminimalisasi risiko keselamatan dan memastikan keamanan para pendaki selama berada di kawasan Gunung Dempo.
Pemkot Langsung Koordinasi dengan KPH soal Teknis Jalur
Pemkot Pagar Alam tidak tinggal diam. Setelah pertemuan pada Jumat (22/5), pemkot langsung berkoordinasi dengan UPT KPH Wilayah X Dempo Sumatra Selatan untuk membahas aspek teknis pembukaan jalur. Kebijakan ini juga sejalan dengan pernyataan Gubernur Sumsel Herman Deru yang sebelumnya menyatakan seluruh destinasi wisata di Gunung Dempo mulai dibuka kembali.
Gunung Dempo merupakan destinasi wisata unggulan yang diproyeksikan menarik banyak wisatawan, terutama menjelang HUT ke-25 Kota Pagar Alam pada Juni 2026 serta peringatan HUT RI tiga bulan setelahnya.