SUMATERA SELATAN — Head of Arema FC Academy, Riyan Meidy Wijaya, menyatakan seleksi tahun ini bukan sekadar ajang cari bakat instan. Akademi telah menyiapkan sistem pembinaan berjenjang yang berorientasi pada pembentukan tim elite di tiga kelompok umur utama: U16, U18, dan U20.
Fokus Utama: Regenerasi Pemain Profesional
Riyan menegaskan target besar akademi adalah menjadi produsen pemain yang mampu bersaing di kompetisi resmi. "Target besar kami adalah menjadi produsen pemain. Mencetak dan mengantar pemain-pemain muda agar bisa berkompetisi di liga resmi," ujarnya.
Pendekatan ini berbeda dari sekadar menggelar trial biasa. Arema FC Academy ingin membangun fondasi yang bisa mengantar pemain muda dari level akademi menembus skuad senior Arema FC maupun tim nasional.
Kategori Usia dan Syarat Peserta
Seleksi terbuka ini terbagi dalam lima kategori: U10, U12, U14, U16, dan U18. Panitia menetapkan batas usia maksimal kelahiran tahun 2009 untuk peserta.
Setiap peserta wajib melakukan verifikasi dengan menunjukkan Kartu Keluarga (KK) asli sebelum mengikuti proses seleksi. Kegiatan akan dimulai pukul 07.00 WIB setiap harinya di ARG Soccer Field, Lawang, Kabupaten Malang.
Fasilitas dan Cara Pendaftaran
Peserta yang terpilih tidak hanya mendapat kesempatan unjuk kemampuan di hadapan tim pelatih Arema FC Academy. Panitia juga menyediakan jersey seleksi resmi dan konsumsi selama kegiatan berlangsung.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui kode QR pada brosur resmi atau tautan yang tersedia di media sosial Arema FC Academy. Untuk informasi lebih lanjut, calon peserta dapat menghubungi admin melalui nomor WhatsApp 0822-2800-7307.
Membangun Fondasi Sepak Bola Daerah
Melalui program ini, Arema FC Academy berharap dapat menemukan bibit-bibit potensial yang nantinya menjadi bagian dari regenerasi pemain. Langkah ini juga menjadi kontribusi nyata bagi perkembangan sepak bola Indonesia dengan memanfaatkan talenta lokal Malang dan sekitarnya.
Dengan sistem seleksi yang terstruktur dan berkelanjutan, akademi ingin memastikan bahwa pembinaan pemain muda tidak berhenti pada ajang seleksi semata, melainkan berlanjut ke jenjang profesional.