SUMATERA SELATAN — Guncangan gempa yang berpusat di darat dengan kedalaman 10 kilometer itu terasa kuat hingga ke Palu. Di kampus Universitas Tadulako, kerusakan terjadi di area auditorium. "Saat ini, saya berada di auditorium Universitas Tadulako, ada beberapa kerusakan yang terjadi," kata Muhammad Rizal saat melakukan pemantauan langsung di lokasi.
Ironisnya, saat gempa mengguncang, di salah satu gedung kampus tengah berlangsung acara wisuda sebuah sekolah dasar. Ratusan orang, termasuk anak-anak dan orang tua, sempat berada dalam situasi darurat. "Pagi tadi terdapat wisuda salah satu sekolah dasar, tapi alhamdulillah dari kejadian gempa itu tidak terdapat korban jiwa," ujar Rizal. Seluruh peserta wisuda berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan telah dipulangkan.
Pasien RS Undata Dievakuasi, Tenda Darurat Didirikan
Di Rumah Sakit Undata Palu, para pasien yang tengah menjalani perawatan sempat dievakuasi keluar gedung sebagai langkah antisipasi. Namun, situasi cepat terkendali. "Situasi di Rumah Sakit Undata terpantau dalam situasi aman. Semua pasien sudah kembali ke ruang perawatan masing-masing," kata Rizal.
Meski demikian, BPBD Sulawesi Tengah tetap mendirikan tenda darurat di sekitar RS Undata. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kepanikan jika terjadi gempa susulan, terutama bagi pasien dan keluarganya yang masih dalam kondisi waspada.
Bandara Aman, Sejumlah Wilayah Alami Keretakan
Berdasarkan pemantauan gabungan antara Basarnas dan BPBD Sulteng, Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufri Palu dilaporkan dalam kondisi aman dan tidak mengalami kerusakan struktural. Namun, Rizal mengakui bahwa di beberapa wilayah kota dilaporkan terjadi keretakan pada bangunan dan infrastruktur jalan.
Meskipun sempat terjadi kepanikan, aktivitas masyarakat di Palu relatif cepat pulih. "Situasi saat ini, masyarakat sudah kembali beraktivitas seperti biasanya," pungkas Rizal. Ia mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas sumbernya.
"Kami imbau masyarakat untuk tidak panik dan jika sewaktu-waktu membutuhkan bantuan untuk segera menghubungi kami," ujarnya. Rizal juga menekankan agar masyarakat hanya merujuk pada informasi resmi dari BMKG, BPBD, atau Basarnas untuk menghindari misinformasi pascagempa.