PALEMBANG — Ketua Program Studi Jurnalistik UIN Raden Fatah Palembang, Jufrizal, menegaskan bahwa penguasaan AI telah menjadi program prioritas fakultas. Pelatihan ini difasilitasi langsung oleh kampus untuk mencetak lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi komunikasi terkini.
AI Bukan Ancaman, Tapi Peluang Baru untuk Dakwah
"Perkembangan AI tidak boleh dijauhi, melainkan harus dimanfaatkan sebagai peluang baru untuk memperluas jangkauan informasi dan penyebaran dakwah di masyarakat secara lebih efektif," ujar Jufrizal di Palembang, Rabu.
Ia menambahkan, program ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis jurnalistik. Lebih dari itu, mahasiswa dibekali wawasan jurnalisme internasional, khususnya dalam melihat praktik pemanfaatan AI di negara tetangga seperti Malaysia.
Kerja Sama Akademik Perkuat Kurikulum Jurnalistik
Pelatihan AI ini merupakan wujud nyata kerja sama akademik berkelanjutan antara UIN Raden Fatah dengan perguruan tinggi lainnya. Jufrizal menyebut, kolaborasi ini dirancang untuk membuka wawasan mahasiswa terhadap tren global tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal.
Menurutnya, penguasaan AI sangat krusial bagi mahasiswa jurnalisme saat ini. Mereka harus memiliki pengalaman praktis dan sikap adaptif agar tidak tertinggal oleh perubahan industri media yang sangat cepat.
Mencetak Lulusan Siap Saing di Tingkat Asia Tenggara
"Kampus memfasilitasi mahasiswa agar mampu menguasai tren teknologi komunikasi terbaru secara positif dan produktif," tegas Jufrizal.
Pembekalan teknologi mutakhir ini juga menjadi bagian dari strategi UIN Raden Fatah untuk mempercepat visinya menjadi kampus unggul di tingkat Asia Tenggara. Dengan keterampilan AI, lulusan jurnalistik diharapkan mampu bersaing tidak hanya di pasar kerja lokal, tetapi juga regional.