LAHAT — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) mutasi kepada 29 perawat untuk bertugas di unit hemodialisis (HD) atau cuci darah RSUD Kabupaten Lahat. Penyerahan SK berlangsung di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Lahat, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini dihadiri Bupati Lahat Bursah Zarnubi, Wakil Bupati Widia Ningsih, jajaran OPD, DPRD, dan manajemen RSUD.
Target 40 Perawat, 11 CPNS Menyusul
Kepala BKPSDM Kabupaten Lahat, Marliansyah, mengungkapkan bahwa penguatan tenaga perawat hemodialisis merupakan program prioritas daerah. Sejak Maret 2026, RSUD Lahat membutuhkan 40 perawat khusus untuk menunjang pengembangan layanan cuci darah yang terus ditingkatkan.
“Sesuai arahan pimpinan daerah, RSUD Lahat membutuhkan 40 orang perawat hemodialisis. Hari ini telah selesai 29 PNS yang menerima SK mutasi, sementara 11 orang lainnya masih berstatus CPNS dan akan diproses setelah menjadi PNS,” ujar Marliansyah.
Meski belum bisa dimutasi secara administratif, 11 CPNS tersebut tetap akan dilibatkan dalam pelatihan dan penugasan sementara di RSUD Lahat. Hal ini dilakukan agar kebutuhan layanan kesehatan tetap terpenuhi selama proses administrasi berjalan.
Pelatihan 4 Bulan, Komitmen 10 Tahun Bertugas
Bupati Lahat Bursah Zarnubi menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ia menyebut RSUD Lahat saat ini sedang mengembangkan layanan hemodialisis dengan kapasitas hingga 50 tempat tidur. Untuk mendukung operasional tersebut, dibutuhkan tenaga perawat yang memiliki kompetensi khusus di bidang hemodialisis.
“Perawat yang ditugaskan akan mengikuti pelatihan hemodialisis selama empat bulan dan diharapkan dapat mengabdi minimal 10 tahun di RSUD Lahat,” tambah Bupati.
Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih menambahkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Ia meminta para perawat yang mendapat penugasan baru untuk mengikuti seluruh tahapan pelatihan secara serius.
“Kita ingin ada perbaikan pelayanan. Ikuti pelatihan dengan baik, tingkatkan kemampuan, dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pengawasan tetap dilakukan agar hasilnya maksimal,” tegas Widia.
DPRD: Langkah Strategis Perluas Akses Warga
Ketua Komisi IV DPRD Lahat, Nanda Pinola Harahap, menyambut baik langkah Pemkab Lahat. Ia menilai penguatan tenaga kesehatan di bidang hemodialisis merupakan langkah strategis untuk meningkatkan akses pelayanan bagi masyarakat.
“Komisi IV DPRD Lahat menyambut baik upaya ini sebagai penguatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kami akan terus melakukan pengawasan dan koordinasi agar pelayanan semakin meningkat dan menjangkau masyarakat luas,” katanya.
Melalui penempatan 29 perawat tersebut, Pemkab Lahat berharap pelayanan cuci darah di RSUD Lahat semakin optimal. Masyarakat diharapkan dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih cepat, mudah dijangkau, dan berkualitas tanpa harus dirujuk ke daerah lain.