PALEMBANG — Ratu Dewa tidak sekadar hadir sebagai pejabat seremoni di Kejuaraan Badminton Kapolda Sumsel Cup VI 2026. Wali Kota Palembang itu ikut ambil bagian dalam pertandingan eksibisi, memperlihatkan kemampuannya mengembalikan shuttlecock ke area lawan.
Dalam laga yang berlangsung di Palembang tersebut, Ratu Dewa berpasangan dengan Gubernur Sumsel H Herman Deru. Keduanya berhadapan dengan Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho yang menggandeng Irjen Pol (Purn.) Eko Indra Heri. Sepanjang pertandingan, dua kepala daerah itu tampil kompak dan beberapa kali berhasil merebut poin.
1.078 Pebulu Tangkis Ramaikan Kapolda Sumsel Cup VI
Turnamen ini bukan sekadar ajang silaturahmi pejabat. Panitia mencatat total 1.078 peserta dari berbagai kalangan ikut serta dalam kejuaraan tersebut. Angka itu menjadikan Kapolda Sumsel Cup VI sebagai salah satu turnamen badminton terbesar yang pernah digelar oleh Polda Sumsel.
Ratu Dewa menilai antusiasme peserta menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga di Sumatera Selatan. Menurutnya, turnamen seperti ini bisa menjadi wadah untuk menjaring bibit-bibit atlet muda.
Ratu Dewa: Badminton Media Cari Bibit Atlet Baru
Di sela pertandingan, Ratu Dewa menyebut ajang ini sebagai momentum strategis untuk mengasah potensi atlet dari seluruh kalangan. “Saya rasa ini momen yang sangat baik sekali dalam mencari bibit baru yang akan tumbuh menjadi atlet bulu tangkis di masa yang akan datang,” ujar Ratu Dewa.
Ia juga menyoroti peran aktif Kapolda Sumsel dalam mendukung kegiatan olahraga. “Ini merupakan motivasi yang penting untuk kita gelorakan. Karena dari Pak Kapolda sendiri sangat mendukung sekali kegiatan ini,” katanya.
Dukungan Kapolda Jadi Motivasi Gelorakan Olahraga
Kejuaraan yang digelar di bawah naungan Polda Sumsel ini tidak hanya mempertemukan aparat dan pejabat daerah, tetapi juga membuka ruang kompetisi bagi masyarakat umum. Dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan, turnamen ini diharapkan mampu menghidupkan kembali minat terhadap bulu tangkis di Sumsel.
Ratu Dewa mengajak masyarakat untuk menjadikan badminton sebagai media pengembangan diri. Menurutnya, olahraga ini bisa diakses oleh siapa saja, dari anak-anak hingga dewasa, tanpa memandang latar belakang.