Pencarian

Krisis Harga Memori Buat HP Murah Makin Sulit Bertahan, Omdia Prediksi Penjualan Anjlok 22%

Kamis, 09 Juli 2026 • 01:15:21 WIB
Krisis Harga Memori Buat HP Murah Makin Sulit Bertahan, Omdia Prediksi Penjualan Anjlok 22%
Harga memori DRAM dan NAND flash yang melonjak menyebabkan penurunan penjualan HP murah hingga 22% tahun ini.

SUMATERA SELATAN — Pasar smartphone global tengah menghadapi tekanan yang tidak biasa. Alih-alih persaingan fitur atau perang harga, musuh kali ini datang dari rantai pasok komponen: harga DRAM dan NAND flash yang melonjak drastis. Menurut laporan terbaru firma riset Omdia, pengiriman HP dengan harga di bawah USD 400 (sekitar Rp 6,6 juta) diprediksi turun lebih dari 22% tahun ini. Dampaknya ikut menyeret pasar smartphone global secara keseluruhan yang diperkirakan menyusut 12% year-on-year.

Kenapa Harga Memori Bisa Melonjak Drastis?

Pemicu utamanya adalah pergeseran prioritas para raksasa semikonduktor. Alih-alih memproduksi memori untuk ponsel, pabrikan seperti Samsung, SK hynix, dan Micron kini lebih fokus membuat High Bandwidth Memory (HBM) — chip memori berperforma tinggi yang dibutuhkan pusat data AI. Permintaan HBM sangat besar dan marginnya jauh lebih menggiurkan.

Akibatnya, kapasitas produksi untuk memori konsumen standar jadi terbatas. Harga kontrak DRAM dan NAND untuk ponsel pun meroket dalam empat kuartal terakhir. Omdia mencatat, antara Q3 2025 dan Q1 2026, porsi biaya memori terhadap total biaya produksi HP di bawah USD 400 hampir dua kali lipat.

Dampak ke Vendor: Dari Xiaomi hingga Transsion Ikut Terjepit

Dalam kondisi normal, pabrikan bisa mengimbangi kenaikan harga satu komponen dengan menekan biaya di bagian lain. Tapi untuk HP entry-level, ruang geraknya sudah sangat sempit. Vendor seperti Xiaomi (Redmi, POCO), OPPO, Vivo, dan Transsion (Tecno, Infinix) disebut Omdia sudah tidak punya "ruang struktural" untuk melakukan efisiensi lebih lanjut.

Analis utama Omdia, Zaker Li, mengatakan pabrikan terpaksa menaikkan harga jual secara signifikan hanya untuk mempertahankan margin tipis. Masalahnya, konsumen entry-level sangat sensitif terhadap harga. "Ketika HP seharga USD 150 tiba-tiba naik menjadi USD 220, permintaan langsung menguap," tulisnya dalam laporan.

Strategi Bertahan: HP Mid-Range Mulai Kurangi Spesifikasi

Sementara pasar HP murah tertekan, segmen premium justru diprediksi tumbuh 5,7% tahun ini. Namun, untuk bertahan di kisaran harga menengah, pabrikan melakukan kompromi pada komponen lain. Omdia mencatat beberapa strategi yang mulai diterapkan vendor asal China:

  • Beralih dari layar LTPO OLED ke LTPS OLED yang lebih murah untuk menghemat USD 3-5 per unit.
  • Menggunakan prosesor generasi sebelumnya untuk menekan biaya chipset hingga 30-40%.
  • Menghapus lensa makro atau ultrawide yang dianggap redundan, atau beralih ke sensor kamera yang lebih kecil.

Nasib HP Flagship: IPhone dan Galaxy Series Sudah Aman?

Ponsel flagship seperti iPhone 17 Pro atau Galaxy S26 Ultra relatif kebal terhadap kompromi semacam ini. Karena biaya produksinya sudah besar — mencakup rangka titanium, chip kustom, dan kamera periskop — porsi biaya memori terhadap total BOM (Bill of Materials) jadi lebih kecil. Meski begitu, konsumen premium tetap kena imbas. Kenaikan harga eceran di segmen atas sudah mulai terlihat dan diprediksi jadi tren baru.

Kapan Harga HP Akan Kembali Normal?

Jawabannya: tidak dalam waktu dekat. Pemerintah Korea Selatan baru saja mengumumkan investasi besar-besaran senilai USD 870 miliar (1.350 triliun won) untuk membangun mega-fabrikasi baru bersama Samsung dan SK hynix. Tujuannya menggandakan produksi memori dalam lima tahun ke depan.

Micron juga tengah membangun pabrik DRAM baru di Amerika Serikat dan Jepang. Namun, pabrik semikonduktor butuh waktu bertahun-tahun untuk dibangun dan mencapai kapasitas penuh. Omdia memperkirakan pasokan memori baru baru bisa terasa di rantai pasok konsumen pada pertengahan 2027, dengan normalisasi penuh baru terjadi pada 2028 atau setelahnya. Sampai saat itu tiba, konsumen harus siap dengan harga ponsel yang terus merangkak naik.

Bagikan
Sumber: tomshardware.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks