SUMATERA SELATAN — Korban dilaporkan tenggelam pada Rabu (8/7) malam di Jalan Tomang Banjir Kanal, Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Hingga Kamis (9/6/2026) petang, petugas gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban.
"Masih pencarian korban. Objek evakuasi orang tenggelam," kata Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Achmad Saiful Kahfi, Kamis (9/6/2026).
Kronologi: Nongkrong di Tanggul, Tiba-tiba Dikepung
Menurut keterangan kakak korban, Syaiful Bahri, kejadian bermula saat AS sedang nongkrong bersama dua temannya di tanggul kali. Sekitar pukul 12 malam, tiba-tiba muncul lima orang tidak dikenal yang menyerupai buser.
"Nah, tiba-tiba tuh kayak ada orang, lima orang kayak buser gitu penampilannya (orang tidak dikenal), ya kan. Nah, nangkap mereka orang, gitu," kata Syaiful di lokasi kejadian, dikutip dari Antara.
Korban dan teman-temannya langsung berusaha melarikan diri. Dua teman korban memilih lari ke arah jalan, sementara AS dalam keadaan panik justru berlari ke arah kali dan menceburkan diri ke aliran Kali Ciliwung.
Sempat Terlihat Berenang dan Melambaikan Tangan
Teman korban, Davi, menyaksikan langsung kejadian tersebut. Ia mengatakan orang tidak dikenal itu datang menggunakan sepeda motor tanpa membawa senjata tajam atau senjata lainnya.
"Nah korban sempat berenang, itu sekitar jam 12 malam, terus pas saya ngelihat ke tengah, dia gini-gini (melambaikan tangan), udah ngap-ngapan," jelas Davi.
Setelah itu, korban tidak terlihat lagi di permukaan air. Pencarian oleh petugas gabungan dilakukan sejak malam kejadian hingga Kamis sore.
Pencarian Ditutup Sementara, 15 Personel Dikerahkan
Sebanyak 15 personel Damkar Jakarta Barat dikerahkan untuk mencari korban. Petugas melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di sepanjang aliran Kali Ciliwung di kawasan Tomang Banjir Kanal.
Pencarian pada Kamis (9/6) ditutup sementara per pukul 17.29 WIB. "Korban belum ditemukan, pencarian korban dilanjutkan besok hari," ujar Achmad Saiful Kahfi.
Keluarga Bingung: Tidak Ada Indikasi Masalah Sebelumnya
Syaiful mengaku tidak mengetahui alasan adiknya dikejar oleh orang tidak dikenal. Ia mengatakan AS yang bekerja sebagai pekerja gudang tidak pernah terlibat masalah sebelumnya.
"Ya sepengetahuan saya, saya sering komunikasi sama teman-teman saya, 'Adik saya gimana?' 'Oh baik-baik aja sih, nggak ada masalah apa-apa', gitu," tambahnya.
Teman-teman korban yang berhasil kabur sempat diinterogasi oleh pengurus setempat. Mereka menegaskan tidak ada indikasi apapun yang membuat korban dikejar. "Mereka orang lagi pada nongkrong aja, nggak ada indikasi. Nggak ada indikasi apa-apa. Nggak ada apa-apa tiba-tiba langsung lima orang itu langsung ngelilingin adek saya dan teman-temannya itu," tutur Syaiful.
Hingga berita ini diturunkan, motif pengejaran oleh orang tidak dikenal tersebut masih belum diketahui. Petugas gabungan akan melanjutkan pencarian pada hari berikutnya.