PALEMBANG — Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Sosial, dan Kemasyarakatan Pemkot Palembang, M Sadruddin Hadjar, secara langsung meresmikan Pondok Pesantren Tahfidz Cendekia Shalahuddin di Palembang, Jumat. Ponpes ini merupakan pengembangan dari Rumah Tahfizh Al Quran Shalahuddin yang selama ini dibina oleh Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung.
Bukan Sekadar Hafalan, Tapi Pusat Pembinaan Akhlak
"Kehadiran ponpes diharapkan tidak hanya jadi tempat para santri menghafal Al Quran, tetapi juga menjadi pusat pembinaan karakter, akhlak, dan kepemimpinan bagi generasi muda yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara," kata Sadruddin dalam sambutannya.
Sadruddin menekankan bahwa pondok pesantren menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan berbasis tahfidz Al Quran di Kota Palembang. Ponpes ini didorong untuk mencetak generasi Qurani yang berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing.
Sinergi DJP dan Pemkot untuk Pendidikan Islam
Menurutnya, kehadiran pondok pesantren yang berbasis tahfidz Al Quran ini merupakan wujud kepedulian Kanwil DJP Sumsel dan Babel terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan keagamaan. Sebelumnya, program ini juga didukung melalui pembangunan Masjid Shalahuddin sebagai pusat kegiatan ibadah dan pembinaan santri.
Keberadaan pesantren ini menjadi bentuk sinergi antara instansi pemerintah dengan masyarakat dalam mendukung pembangunan pendidikan Islam di Palembang. Selain menyediakan lingkungan belajar yang kondusif, ponpes diharapkan mampu melahirkan para hafidz dan hafidzah yang memiliki wawasan luas.
Target: Lahirkan Penghafal Al Quran Unggul dan Berakhlakul Karimah
"Melalui peresmian ini diharapkan Pondok Pesantren Tahfidz Cendekia Shalahuddin dapat menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam yang melahirkan generasi penghafal Al Quran yang unggul, berakhlakul karimah, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas," ujar Sadruddin.
Dengan diresmikannya ponpes ini, Pemkot Palembang optimistis akan semakin banyak lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat untuk membangun bangsa.