Pencarian

Polisi Buru OTK Penembak Dua Warga di Gerbang Festival Lembah Baliem 2026, Korban Dilarikan ke RSUD Wamena

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 16:55:31 WIB
Polisi Buru OTK Penembak Dua Warga di Gerbang Festival Lembah Baliem 2026, Korban Dilarikan ke RSUD Wamena
Dua warga korban penembakan di gerbang Festival Lembah Baliem 2026 dievakuasi ke RSUD Wamena untuk menjalani perawatan intensif.

SUMATERA SELATAN — Insiden berdarah itu terjadi sekitar pukul 12.45 WIT, saat ribuan pengunjung dan peserta mulai memadati area gerbang utama festival. Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, membenarkan peristiwa tersebut dan menyebut korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena untuk menjalani perawatan intensif.

Dua Korban Luka Tembak, Satu Tembus dari Tangan ke Paha

“Akibat dari penembakan menyebabkan dua orang korban terluka. Yang satu menderita luka tembak pada lutut kanan, yang satu luka tembak pada punggung tangan ya, mungkin karena tangan lagi di atas paha jadi ketembak, tembus dari punggung tangan tembus ke pahanya,” ujar Kombes Cahyo saat dikonfirmasi, Sabtu (8/8/2026).

Polisi belum merinci identitas kedua korban maupun dugaan motif di balik serangan tersebut. Namun, peristiwa ini mencoreng jalannya FBLB yang seharusnya menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata di wilayah Pegunungan Tengah Papua.

Pengejaran Pelaku dan Pengamanan Ekstra di Titik Rawan

Setelah kejadian, aparat gabungan TNI-Polri langsung bergerak melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. Lokasi sekitar Distrik Walesi yang merupakan area perbukitan dan ditumbuhi vegetasi lebat disebut menyulitkan proses pelacakan.

“Bahwa pada hari ini, Sabtu 8 Agustus 2026, sekitar pukul 12.45 Waktu Indonesia Timur, telah terjadi penembakan yang dilakukan oleh orang tak dikenal di Distrik Walesi, tepatnya di pintu masuk atau gerbang utama lokasi Festival Budaya Lembah Baliem,” kata Kombes Cahyo dalam keterangan resminya.

Pihak kepolisian hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai peningkatan status pengamanan di lokasi festival. Namun, insiden ini dipastikan menjadi perhatian serius mengingat FBLB merupakan agenda tahunan yang melibatkan ribuan warga dari berbagai suku di Papua Pegunungan.

Festival di Tengah Bayang-Bayang Gangguan Keamanan

FBLB 2026 yang digelar di Distrik Walesi sejatinya menjadi magnet bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Berbagai atraksi budaya seperti perang tawar, tarian tradisional, dan pameran kerajinan khas suku Dani, Lani, dan Yali dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Insiden penembakan ini menambah daftar panjang gangguan keamanan di wilayah Papua Pegunungan yang kerap diwarnai aksi kekerasan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Sebelumnya, sejumlah serangan terhadap warga sipil dan aparat keamanan juga pernah terjadi di kabupaten-kabupaten sekitar Jayawijaya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari panitia penyelenggara FBLB mengenai kelanjutan rangkaian acara. Sementara itu, dua korban luka tembak masih menjalani perawatan medis di RSUD Wamena dan kondisi mereka belum diketahui secara pasti.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks