MALINAU — Sebanyak 16 personel kontingen Pramuka Kabupaten Malinau resmi diberangkatkan menuju Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026. Dukungan finansial tambahan pun disiapkan pemerintah kabupaten setempat di luar biaya operasional utama.
Bupati Malinau Wempi W Mawa menyatakan akan memberikan uang saku senilai Rp 1 juta kepada masing-masing dari 16 peserta yang berangkat. Kebijakan ini diambil untuk memastikan kebutuhan pribadi para anggota Pramuka terpenuhi selama berada di Jakarta.
"Saya akan memberikan uang masing-masing Rp1 juta kepada 16 peserta untuk mendukung kebutuhan selama kegiatan," ujar Wempi saat melepas kontingen di Malinau, Selasa (11/8) sore.
Total Dana Disiapkan Capai Rp 20 Juta
Di luar uang saku perorangan, Bupati Malinau juga menambahkan dukungan operasional bagi kontingen selama mengikuti rangkaian acara di Cibubur. Total bantuan yang digelontorkan pemerintah kabupaten untuk keikutsertaan kali ini mencapai angka Rp 20 juta.
Dana tersebut diharapkan dapat menutupi berbagai kebutuhan logistik dan akomodasi yang mungkin tidak terakomodasi dari sumber pendanaan lain. Bantuan ini menjadi bentuk perhatian serius pemerintah daerah terhadap pengembangan karakter generasi muda melalui kegiatan kepramukaan.
Komposisi Kontingen: 13 Pelajar SMP dan Tiga Pendamping
Ketua Kwarcab Malinau M Fiteriyadi merinci bahwa kontingen yang berangkat terdiri dari 13 peserta didik dan tiga orang pendamping. Dari jumlah peserta didik tersebut, lima di antaranya adalah putra dan delapan lainnya putri.
Seluruh pelajar yang terpilih berasal dari sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di lingkungan Kabupaten Malinau. Mereka akan bergabung dengan ribuan anggota Pramuka lainnya dari seluruh penjuru Indonesia dalam ajang nasional tersebut.
Pesan Bupati: Jaga Nama Baik Daerah
Wempi mengingatkan bahwa partisipasi dalam Jamnas bukan sekadar mengikuti kegiatan seremonial. Lebih dari itu, keikutsertaan ini merupakan kesempatan emas untuk menambah pengalaman dan memperluas pergaulan dengan sesama anggota Pramuka dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia menegaskan bahwa setiap peserta membawa nama baik diri sendiri, keluarga, Kabupaten Malinau, hingga Provinsi Kalimantan Utara. Oleh karena itu, kekompakan dan kerja sama tim menjadi kunci utama selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
"Mulai dengan belajar mengurus diri sendiri, disiplin dan peka terhadap arah atau perintah. Waktunya tidur ya tidur, waktunya melakukan kegiatan, ya lakukan dengan maksimal," pesannya kepada para peserta.
Seluruh peserta diminta untuk disiplin dan peka terhadap setiap arahan yang diberikan oleh pembina pendamping selama berada di lokasi perkemahan. Sikap mandiri juga menjadi perhatian khusus agar para pelajar mampu beradaptasi dengan lingkungan baru yang jauh dari orang tua.