MUSI RAWAS — Dua titik kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Musi Rawas akhirnya berhasil dipadamkan setelah tim gabungan berjibaku selama sepuluh jam. Lokasi pertama berada di Desa Durian Remuk, Kecamatan Muara Beliti, kemudian api kembali ditemukan di Desa Simpang Gegas Temuan, Kecamatan TPK, yang penanganannya baru tuntas pada dini hari.
Kalaksa BPBD Musi Rawas, H. A. Darsan, mengatakan laporan pertama diterima dari warga Durian Remuk. Setelah api di lokasi tersebut berhasil dikendalikan, personel langsung bergeser ke titik berikutnya tanpa jeda.
Lima Jam Menjinakkan Api di Lahan Sawit
Di Simpang Gegas Temuan, api mulai dipadamkan pukul 19.30 WIB. Lokasi terdampak merupakan lahan mineral yang ditumbuhi semak belukar di area kebun sawit milik warga.
Dengan mengerahkan satu unit mobil Damkarhutla Tanki, tim butuh waktu hampir lima jam untuk memastikan api benar-benar padam. "Kami belum tahu pasti sumber apinya. Alhamdulillah sekitar pukul 01.00 WIB api sudah bisa kita padamkan," kata Darsan yang sebelumnya menjabat Sekretaris BPBD Mura.
Pemicu Karhutla dan Imbauan untuk Warga
Memasuki puncak musim kemarau, potensi kebakaran lahan meningkat signifikan. BPBD menduga api muncul akibat aktivitas manusia, baik disengaja maupun tidak, seperti membuka lahan dengan cara dibakar atau membuang puntung rokok di area kering.
Darsan mengingatkan warga untuk tidak melakukan pembakaran terbuka dalam kondisi cuaca panas dan angin kencang. Ia juga meminta masyarakat segera melapor jika melihat titik api agar tidak meluas.
"Kami mengajak seluruh masyarakat mencegah Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran terbuka. Jika melihat titik api, segera laporkan ke aparat desa, BPBD, atau Damkar agar bisa ditangani cepat sebelum meluas," tegasnya.
Waspada Titik Api Susulan
BPBD Musi Rawas masih melakukan pemantauan di dua lokasi terdampak untuk mengantisipasi munculnya api susulan. Tim juga disiagakan di pos-pos rawan kebakaran sepanjang musim kemarau tahun ini.
Masyarakat yang tinggal di dekat area perkebunan dan lahan gambut diminta lebih proaktif menjaga lingkungan. Laporan cepat warga menjadi kunci utama agar kebakaran tidak meluas ke pemukiman atau area produksi.