SUMATERA SELATAN — Shakhtar Donetsk terpaksa memainkan laga kandang mereka di London karena konflik berk berkepanjangan di Ukraina. Sebelumnya, klub juara Ukraina itu sempat menggunakan Polandia dan Jerman sebagai basis sementara. Kepindahan ke Stamford Bridge terwujud karena Chelsea sedang vakum dari kompetisi Eropa musim ini.
Reuni Spesial dengan Suporter Chelsea
Bagi Mourinho, laga ini bukan sekadar partai penyisihan grup. Ia kembali ke stadion yang mengukuhkan namanya sebagai salah satu manajer terbaik dalam sejarah Chelsea. Selama dua periode menukangi The Blues, pria Portugal itu mempersembahkan tiga gelar Premier League, satu Piala FA, dan tiga Piala Liga.
Hubungan emosional antara Mourinho dan suporter Chelsea memang tak pernah putus. Meski sudah melatih sejumlah klub besar Eropa, ia selalu menegaskan ikatan batinnya dengan fans di London Barat.
"Saat saya di London, saya bertemu mereka setiap hari di jalan. Saya tahu itu akan menjadi hubungan selamanya," ujar Mourinho dalam wawancara sebelumnya.
"Mereka bagian dari sejarah saya dan saya bagian dari sejarah mereka. Saya akan selalu menjadi seorang Biru."
Kembalinya Mourinho ke Stadion yang Membesarkan Namanya
Momen ini terasa istimewa karena Mourinho akan duduk di bangku tim tamu. Musim lalu, ia juga pernah kembali ke Stamford Bridge saat menukangi Benfica di Liga Champions. Namun, kali ini ia datang dengan status pelatih Real Madrid untuk periode kedua.
Kehadiran Mourinho diprediksi menjadi pusat perhatian. Sorotan kamera hampir pasti tertuju padanya setiap kali ia keluar dari ruang ganti menuju technical area. Bagi suporter Chelsea, melihat sosok yang pernah membawa era kejayaan itu kembali ke lapangan yang sama akan memicu nostalgia mendalam.
Duel Taktik yang Menarik untuk Disaksikan
Real Madrid datang dengan ambisi besar setelah kembali mempekerjakan Mourinho. Sementara Shakhtar Donetsk tentu tidak ingin sekadar menjadi pelengkap di laga yang sarat emosi ini.
Laga ini juga menjadi ujian awal bagi skuad asuhan Mourinho di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa. Stamford Bridge, yang selama ini menjadi saksi kejayaannya, kini akan menjadi saksi babak baru perjalanan kariernya.
Pertandingan ini jelas bukan laga biasa. Ada sejarah, emosi, dan rivalitas lama yang akan mewarnai setiap menitnya.