SUMATERA SELATAN — Pelatih timnas Thailand, Anthony Hudson, justru menyoroti kekuatan mental Singapura jelang duel leg kedua di Stadion Rajamangala, Bangkok. Ia menilai kemenangan moral Singapura atas Indonesia dan Vietnam di babak penyisihan menjadi bukti bahwa lawannya kali ini bukan tim sembarangan.
"Melihat ke belakang, mereka mampu mengatasi Indonesia dan Vietnam dengan baik," ujar Hudson dalam konferensi pers, dikutip dari Thairath.
Padahal, posisi Thailand sejatinya sedang di atas angin. Gajah Perang unggul agregat 3-1 atas Singapura dari leg pertama, dan hanya butuh hasil imbang untuk memastikan tiket ke partai puncak.
Hasil Imbang Lawan Indonesia yang Jadi Bahan Evaluasi
Hasil 1-1 kontra Indonesia pada laga pamungkas Grup A menjadi sorotan utama Hudson. Ia menyebut hasil tersebut bukan kebetulan, melainkan buah dari perkembangan signifikan yang ditunjukkan anak asuh Gavin Lee.
Namun, pelatih kelahiran Washington, Amerika Serikat, itu tak ingin larut dalam pujian. Ia justru mengalihkan fokus pada kelemahan timnya sendiri yang masih terlihat di leg pertama.
"Pada laga pertama melawan Singapura, kami masih belum cukup baik dalam mengendalikan bola dalam permainan agresif. Itu tanggung jawab saya untuk memperbaikinya," tegas Hudson.
Tekanan Ekspektasi di Pundak Pemain Muda
Hudson juga buka suara soal komposisi skuadnya yang banyak dihuni wajah anyar. Ia menyebut enam hingga tujuh pemain baru tengah beradaptasi dengan tekanan publik Thailand yang menuntut gelar juara.
"Beberapa di antara mereka menanggung tekanan [ekspektasi publik], tapi setelah ini saya yakin pemain bisa menanganinya," kata Hudson menambahkan.
Thailand hanya membutuhkan hasil imbang untuk melaju ke final, sementara Singapura wajib menang dengan selisih tiga gol untuk membalikkan keadaan. Laga leg kedua akan berlangsung pada pukul 20.00 WIB dan disiarkan langsung di sejumlah stasiun televisi nasional.