PALEMBANG — Rangkaian kemenangan Laskar Juaro tidak lepas dari kegiatan berbagi dan doa bersama anak-anak panti asuhan yang rutin digelar sebelum pertandingan. Direktur PT Cahaya Sumsel Utama, Erick Yuniman, menyebut kegiatan tersebut sudah berjalan sejak musim lalu sebagai bagian dari ikhtiar membangun tim yang kompetitif.
Rekor Musim Lalu Terlewati
Musim sebelumnya, Sumsel United sempat melalui empat pertandingan tanpa kekalahan pada pekan ke-11 hingga ke-14 saat ditangani Nil Maizar. Dari rangkaian itu, tiga laga berakhir dengan kemenangan, tetapi tidak diraih secara beruntun.
Catatan tiga kemenangan beruntun musim ini menjadi pencapaian tersendiri bagi tim asal Sumatera Selatan tersebut.
Doa Bersama Sebelum Bertanding
M Nasuha menilai pencapaian timnya merupakan hasil kerja keras seluruh elemen, baik pemain maupun manajemen. Menurutnya, kenyamanan yang diciptakan manajemen membuat pemain lebih fokus saat latihan maupun bertanding.
"Suasana tim kondusif dan dukungan manajemen untuk memberikan kenyamanan kepada pemain juga sangat membantu seluruh tim fokus saat latihan maupun bertanding. Sebelum pertandingan, sesi berbagi dan doa bersama anak panti asuhan juga menjadi support positif," ungkap Nasuha.
Erick menambahkan, doa menjadi bagian dari ikhtiar agar seluruh pemain dan ofisial diberi kelancaran serta keselamatan di setiap pertandingan.
"Kita percaya bahwa tidak cukup hanya bekerja keras saat pertandingan, namun juga perlu memohon rida kepada Allah SWT agar tim diberi kelancaran, keselamatan di setiap laga," ujar Erick.
Berbagi Pengalaman hingga Nonton Bareng di Jakabaring
Kunjungan ke panti asuhan tidak sebatas menyalurkan bantuan sembako. Para pemain Sumsel United berbagi pengalaman, menyampaikan motivasi, dan berinteraksi langsung dengan anak-anak agar mereka semangat belajar dan mengejar cita-cita.
Manajemen juga membuka kesempatan bagi anak-anak panti untuk menyaksikan langsung pertandingan Sumsel United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang. Kehadiran mereka diatur bergiliran pada setiap laga kandang.
"Kami juga memberikan kesempatan kepada adik-adik panti asuhan untuk hadir menonton langsung pertandingan Sumsel United di Jakabaring dan di setiap laga home akan digilir," tambah Erick.
Harapan dari Panti Asuhan Yayasan Dairul Aitam
Kunjungan ke Panti Asuhan Yayasan Dairul Aitam pada Jumat (23/10/2026) pagi disambut hangat pengurus dan anak-anak panti. Ustaz Feriyanto menyampaikan terima kasih atas perhatian keluarga besar Sumsel United.
"Kami berterima kasih atas simpati dan empati Sumsel United ke tempat kami. Kami berharap kunjungan ini bukan yang pertama dan terakhir," ungkap Feriyanto.
Feriyanto menuturkan, anak-anak di panti asuhan tersebut memiliki ketertarikan besar terhadap sepak bola dan tengah mengikuti kompetisi Liga Santri. Kehadiran para pemain Sumsel United menjadi pengalaman yang menggembirakan sekaligus memotivasi mereka.
"Kami mendoakan agar Sumsel United bisa menjadi kebanggaan masyarakat Sumsel serta lolos ke Liga 1 ke depannya," tuturnya.
Modal Menjaga Konsistensi
Tiga kemenangan beruntun menjadi modal positif bagi Sumsel United untuk menjaga konsistensi. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan performa tersebut sekaligus mewujudkan harapan masyarakat Sumatera Selatan agar Laskar Juaro mampu bersaing menuju Liga 1.