PALEMBANG — Rapat Koordinasi Nasional Konsolidasi Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Sumatera Selatan berlangsung di Aula Hotel Swarna Dwipa, Palembang, mulai pukul 08.30 WIB. Kapolda Sumsel hadir bersama Gubernur Sumsel dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) provinsi.
Forum itu menyatukan instansi teknis terkait untuk menyelaraskan langkah antarlembaga. Pengawasan di wilayah rawan menjadi salah satu poin yang dibahas, bersama kesiapan personel dan sarana prasarana penanggulangan karhutla.
Mengapa Koordinasi Terpadu Jadi Kunci Penanganan Karhutla
Koordinasi yang terpadu dinilai menentukan efektivitas upaya pencegahan dan penanganan di lapangan. Tanpa penyelarasan antarlembaga, respons terhadap titik api berpotensi melambat.
Kehadiran Kapolda Sumsel menandai keterlibatan Polda Sumsel dalam kolaborasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait. Sinergi itu diarahkan untuk mengantisipasi risiko kebakaran hutan dan lahan sekaligus melindungi keselamatan masyarakat serta lingkungan.
Patroli Diperketat, Posko Terpadu Dioptimalkan
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya SIK MH menegaskan bahwa keterpaduan langkah dan kecepatan respons menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla.
"Polda Sumsel berkomitmen mengawal pencegahan sejak dini, memperketat patroli di wilayah rawan, mengoptimalkan koordinasi posko terpadu, serta menegakkan hukum secara tegas terhadap pihak yang sengaja membakar lahan," ujar Nandang.
Penegakan hukum menjadi salah satu pilar yang ditekankan dalam forum tersebut. Pihak yang sengaja membakar lahan akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Imbauan ke Warga: Laporkan Titik Api
Nandang juga mengimbau masyarakat agar berperan aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan. Laporan warga dinilai mempercepat tindak lanjut di lapangan.
Kolaborasi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat disebut sebagai unsur penting dalam mencegah karhutla serta mengurangi risiko kabut asap di Sumatera Selatan. Kesiapsiagaan lintas sektor itu diharapkan menekan potensi kebakaran lahan sejak awal musim.