Pencarian

Polisi Seoul Tangkap 80 Pemilik Tesla karena Buka Kunci FSD Ilegal

Kamis, 29 Oktober 2026 • 13:20:31 WIB
Polisi Seoul Tangkap 80 Pemilik Tesla karena Buka Kunci FSD Ilegal
Kepolisian Seoul menangkap 80 pemilik Tesla yang membuka kunci fitur Full Self-Driving secara ilegal.

SUMATERA SELATAN — Kepolisian Seoul menangkap 80 pemilik Tesla yang membuka kunci fitur Full Self-Driving secara ilegal pada unit rakitan China. Tindakan itu dilakukan karena FSD belum lolos regulasi keselamatan Korea Selatan untuk model yang dijual di sana. Pelanggar terancam hukuman dua tahun penjara atau denda hingga 15.000 dolar AS.

Penangkapan dilakukan setelah penyelidikan atas peredaran perangkat aktivasi pihak ketiga dan modifikasi perangkat lunak yang dilakukan pemilik kendaraan sendiri. Mengutip laporan Korea JoongAng Daily, perangkat ilegal itu umumnya didatangkan dari Eropa dan China, lalu dipasang sendiri oleh pemilik. Sebagian pemilik dengan kemampuan teknis lebih tinggi merakit perangkat sendiri menggunakan kode dari GitHub.

Mengapa FSD Tidak Legal untuk Tesla Rakitan China

Pemerintah Korea Selatan hanya mengakui FSD pada model yang dirakit di Amerika Serikat, seperti Model S, Model X, dan Cybertruck. Ketiga model itu sudah melewati uji regulasi keselamatan Korea. Sementara Model Y dan Model 3 yang beredar di Korea dirakit di China, sehingga fitur tersebut tidak bisa diakses lewat jalur resmi.

Pemerintah Korea menilai perubahan perangkat lunak kendaraan sebagai persoalan keselamatan sekaligus pelanggaran Undang-Undang Pengelolaan Kendaraan Bermotor. Aturan itu yang jadi dasar penindakan, bukan sekadar persoalan garansi atau hak akses fitur.

Alasan Pemilik Nekat Modifikasi Sendiri

Harga Tesla rakitan Amerika di pasar sekunder Korea melonjak hingga 50 persen lebih mahal, dengan sebagian unit menembus ratusan juta won. Pilihan mobil baru rakitan Amerika juga menyusut, praktis hanya menyisakan Cybertruck. Kondisi itu membuat banyak konsumen memilih Model Y atau Model 3 rakitan China yang jauh lebih murah, meski harus rela kehilangan FSD.

Di media sosial, sejumlah pemilik justru melaporkan kualitas rakitan China lebih rapi, dengan kontrol mutu lebih konsisten dan cacat pabrik lebih sedikit. Kekurangan utamanya tetap satu: fitur berkendara otonom Level 2 itu tidak tersedia secara legal.

Risiko Keselamatan yang Jadi Dasar Penindakan

Seorang pejabat kepolisian menyatakan risiko keselamatan sudah terkonfirmasi. "Safety risks were confirmed, including the possibility that FSD may fail to properly recognize driving conditions or operate differently from the driver's intentions," ujarnya seperti dikutip Korea JoongAng Daily.

Kekhawatiran itu menyangkut kemungkinan FSD gagal mengenali kondisi jalan atau bekerja di luar maksud pengemudi. Bagi pemilik Tesla rakitan China di Korea, pilihannya kini menyempit: menerima kendaraan tanpa FSD, atau berhadapan dengan proses hukum.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: insideevs.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks