PALEMBANG — Keberhasilan Sumsel United U-19 menjuarai Elite Pro Academy Pegadaian Championship U-19 membuka pintu bagi putra daerah untuk menembus tim senior. Manajemen klub melalui Direktur PT Cahaya Sumsel Utama (CSU), Erick Yuniman, menegaskan bahwa prestasi ini bukanlah akhir, melainkan awal dari proses regenerasi pemain lokal.
“Sejak awal arahan dari Presiden Klub Sumsel United sangat jelas bahwa klub ini tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga fokus terhadap pembinaan pemain muda. Seluruh pemain di skuad U-19 berasal dari berbagai daerah di Sumsel dan mereka mengikuti seleksi tanpa dipungut biaya,” ujar Erick, Minggu (17/5/2026).
Pelatih kepala Sumsel United U-19, Ardi Hernando, menyebutkan beberapa nama yang dinilai layak mendapat kesempatan tampil di level senior berdasarkan performa sepanjang kompetisi. Mereka adalah Zaid Imam Nawawi, serta dua pencetak gol di partai final, Pasha Andrio dan Daffa Trihardi.
“Gelar juara ini membuktikan bahwa pemain asal Sumsel mampu bersaing di level nasional. Semua pemain tampil cukup baik, tetapi memang ada beberapa nama yang berpotensi dicoba di tim senior,” jelas Ardi.
Manajemen Sumsel United kini mulai berkoordinasi dengan tim pelatih untuk menentukan pemain mana yang akan dipromosikan. Erick Yuniman menargetkan ke depan kuota regulasi pemain lokal di Liga 2 bisa diisi sepenuhnya oleh pemain asli Sumatera Selatan.
“Kami akan berkoordinasi dengan tim pelatih mengenai pemain yang nantinya diberikan kesempatan bergabung dengan tim senior. Harapan kami, kuota regulasi pemain lokal di Liga 2 ke depan bisa diisi sepenuhnya oleh putra asli Sumsel,” tambahnya.
Sejumlah pemain muda sebenarnya sudah mulai mencicipi atmosfer tim senior. Nama-nama seperti Mulyadi dan Sinung disebut telah memberikan kontribusi penting saat tampil bersama tim EPA U-19. Sementara itu, pemain berbakat Wafa Habiby bahkan sudah menjalani latihan dan program magang bersama tim senior Sumsel United.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepak bola Sumatera Selatan sekaligus membuka jalan lahirnya generasi baru pesepak bola daerah yang mampu bersaing di kompetisi nasional hingga internasional.