MEDAN — Angka korban tewas dalam kecelakaan tunggal bus ALS di jalur lintas Sumatera terus mengalami peningkatan. Tim gabungan dari kepolisian dan rumah sakit rujukan masih terus melakukan proses identifikasi terhadap jenazah korban yang belum teridentifikasi. Proses identifikasi menggunakan data primer seperti sidik jari, gigi, dan tes DNA untuk memastikan identitas korban.
Peristiwa nahas ini terjadi di ruas jalan provinsi yang menghubungkan beberapa kabupaten di Sumut. Bus dengan nomor polisi BK 7xxx UA tersebut diduga mengalami rem blong saat melintasi jalan menurun dan tikungan tajam, sehingga oleng dan terguling ke jurang sedalam sekitar 20 meter. Proses evakuasi sempat terkendala medan yang sulit dan kondisi bodi bus yang ringsek parah.
Dari total 19 korban meninggal dunia, sebanyak 14 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Proses identifikasi dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Tim DVI Polda Sumut terus berkoordinasi dengan pihak keluarga korban yang hilang atau belum mendapatkan kepastian.
"Kami mengimbau keluarga korban yang belum melapor untuk segera mendatangi posko informasi yang telah didirikan di lokasi kejadian dan rumah sakit," ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, dalam keterangannya.
Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, bus yang melaju dari arah Medan menuju Padang diduga mengalami kegagalan fungsi rem. Sopir bus disebut sempat berusaha mengendalikan kendaraan dengan menabrakkan badan bus ke tebing, namun upaya itu gagal. Bus akhirnya terguling dan jatuh ke jurang sedalam 20 meter.
Proses evakuasi melibatkan tim gabungan dari Polri, TNI, Basarnas, dan warga sekitar. Puluhan warga bahu-membahu membantu tim penyelamat mengevakuasi korban luka dan jenazah dari dalam bus yang ringsek.
Selain korban meninggal, puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di beberapa rumah sakit terdekat. Korban luka berat mendapat perawatan intensif di RSUD dr. Djasamen Saragih dan RS Bhayangkara Medan. Pemerintah daerah setempat telah menyiapkan trauma healing bagi korban selamat dan keluarga korban meninggal.
PO ALS sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait kecelakaan ini. Namun, pihak perusahaan disebut telah mengirimkan tim untuk membantu proses evakuasi dan pendataan korban. Kepolisian masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi kendaraan dan kesehatan sopir sebelum keberangkatan.
Total korban tewas dalam kecelakaan bus ALS di Sumatera Utara mencapai 19 orang. Angka ini merupakan akumulasi dari korban yang ditemukan di lokasi kejadian dan korban yang meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit.
Belum semua. Dari total 19 korban jiwa, baru 14 jenazah yang berhasil teridentifikasi oleh tim DVI Polda Sumut. Proses identifikasi terhadap lima jenazah lainnya masih terus dilakukan dengan metode saintifik untuk memastikan keakuratan data.
Dugaan sementara, kecelakaan terjadi akibat rem blong saat bus melintasi jalan menurun dan tikungan tajam di jalur lintas Sumatera. Sopir disebut sempat berusaha mengendalikan kendaraan dengan menabrak tebing, namun upaya tersebut gagal dan bus akhirnya terguling ke jurang.