LAHAT — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengingatkan bahwa bonus demografi Indonesia Emas 2045 hanya akan teraih jika daerah serius menyiapkan kualitas manusianya sejak sekarang. Peringatan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lahat dalam rangka HUT ke-157 kabupaten tersebut, Rabu (20/5).
“Kabupaten Lahat memiliki masa depan yang menjanjikan dengan arah pembangunan yang semakin jelas,” ujar Herman Deru dalam pidatonya.
Herman Deru menyebut sektor usaha tradisional seperti wartel, warnet, hingga konter pulsa sudah mulai tergerus oleh layanan digital. Menurutnya, kondisi ini menjadi sinyal bahwa masyarakat harus beradaptasi dengan percepatan teknologi yang berpotensi mengurangi peran manusia di berbagai bidang usaha.
“19 tahun mendatang akan menjadi era generasi muda. Persiapan SDM harus dilakukan sejak sekarang,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur dua periode itu menyoroti persoalan klasik di daerah penghasil sumber daya alam seperti Lahat. Ia menilai pemerintah daerah masih menghadapi kendala keterbukaan data terkait volume ekspor, kewajiban pasar domestik (DMO), hingga lifting produksi batu bara.
Menurut Herman Deru, ketidakjelasan data ini sangat memengaruhi perencanaan pendapatan asli daerah. “Pemerintah daerah harus memperkuat kerja sama dengan Badan Pusat Statistik agar kebijakan pembangunan dan belanja daerah benar-benar tepat sasaran,” pesannya.
Bupati Lahat Bursah Zarnubi merespons arahan gubernur dengan menegaskan bahwa pembangunan di Lahat dimulai dari desa. “Karena desa itu pusat kemiskinan, maka pembangunan kita mulai dari desa agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat,” ujarnya.
Pemkab Lahat juga mengalokasikan perhatian khusus pada sektor pendidikan. Program beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang diterima di perguruan tinggi ternama akan didanai penuh hingga lulus. “Jika ada masyarakat yang diterima di perguruan tinggi ternama, maka akan kita bantu pendanaannya hingga selesai kuliah,” kata Bursah.
Bursah juga menyoroti kebijakan efisiensi dan sentralisasi dari pemerintah pusat. Ia berharap kebijakan tersebut tidak menghambat visi pembangunan daerah dan tetap selaras dengan kebutuhan lokal.
Lahat sendiri merupakan salah satu kabupaten tertua di Sumatera Selatan, usianya bahkan lebih tua dari Provinsi Sumsel yang kini menginjak 80 tahun. Dari wilayah ini, sejumlah daerah otonomi baru lahir melalui proses pemekaran.
Herman Deru optimistis Kabupaten Lahat mampu terus berkembang dengan dukungan kondisi pemerintahan yang kondusif serta potensi geografis yang dimiliki, mulai dari kawasan pegunungan, lembah, hingga lahan produktif.