PRABUMULIH — Tak hanya mengandalkan pemantauan pasar biasa, Pemkot Prabumulih kini mengerahkan kekuatan dari hulu ke hilir. Mulai dari BPS yang menyuplai data harga real-time, Polres yang mengawal distribusi, hingga Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang menjamin stok.
Rapat koordinasi yang digelar di ruang kerja wali kota ini menjadi ajang penyelarasan langkah. Wakil Wali Kota Franky Nasril menekankan bahwa stabilitas harga tak bisa dijaga oleh satu dinas saja.
Franky menyebut, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama. Pihaknya memastikan pemantauan harga dilakukan secara real-time, bukan sekadar laporan mingguan.
“Pemerintah Kota Prabumulih berkomitmen penuh untuk terus memantau pergerakan harga di pasar secara real-time. Kami juga memastikan ketersediaan stok pangan aman,” tegas Franky dalam sambutannya.
Dari sisi pengawasan, Polres Prabumulih dilibatkan untuk memastikan distribusi barang berjalan lancar tanpa hambatan di lapangan. Sementara Inspektorat dan BPKAD berperan mengawal anggaran program pengendalian inflasi.
Pemkot Prabumulih menyadari, lonjakan harga kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan atau momentum nasional. Oleh karena itu, rakor ini digelar lebih awal untuk menyusun langkah antisipatif.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Dinas Ketahanan Pangan akan menjadi garda terdepan dalam memonitor stok di gudang pedagang dan distributor. Jika ditemukan indikasi penimbunan, tim akan langsung turun.
Dengan dikepung dari berbagai lini, Pemkot Prabumulih optimistis mampu menjaga daya beli warga tetap stabil di tengah tantangan ekonomi tahun 2026. Langkah selanjutnya, tim akan turun langsung ke pasar tradisional untuk memvalidasi data harga di lapangan.