Kebakaran Hutan di Kanada Meluas 50 Km Persegi, 20.000 Warga Mengungsi dari Summerland dan Peachland

Penulis: Darmawan Iskandar  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:35:31 WIB
Warga mengungsi menggunakan kendaraan di jalan menuju Penticton saat kebakaran hutan meluas di wilayah Summerland dan Peachland, Kanada.

ISTANBUL — Perintah evakuasi mencakup seluruh area Summerland, sementara 8.000 warga lainnya di dalam dan sekitar Peachland diminta segera menyelamatkan diri. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan rumah-rumah terbakar saat warga berupaya melarikan diri, dengan jalanan menuju Penticton di selatan dipadati kendaraan pengungsi.

Api Bergerak Lebih Cepat dari Perkiraan Petugas

Petugas informasi darurat Erick Thompson menyebut kebakaran ini sebagai salah satu yang "bergerak dan meluas paling cepat" yang pernah terjadi di wilayah tersebut. Luas area terdampak mencapai 50 kilometer persegi hanya dalam hitungan jam sejak pertama kali terdeteksi.

Bahkan Thompson sendiri harus meninggalkan pusat operasi darurat untuk mengevakuasi keluarganya. "Saya harus meninggalkan pusat operasi darurat untuk menjemput keluarga saya dan membawa mereka keluar dari daerah ini. Kami sedang menuju ke selatan," ujarnya.

Warga Diminta Bantu Tetangga yang Rentan

Dalam pernyataannya, Thompson meminta warga segera pergi dan memperhatikan kondisi tetangga sekitar yang mungkin membutuhkan bantuan. "Saya rasa tidak perlu dikatakan lagi betapa mengkhawatirkannya kejadian yang menimpa komunitas kita ini bagi semua orang, namun kita harus tetap kuat—demi orang-orang terkasih, dan terutama demi mereka yang membutuhkan bantuan serta dukungan. Jadi, perhatikanlah keadaan tetangga Anda," katanya.

Kebakaran turut melanda permukiman kecil Faulder. Hingga laporan ini diturunkan, otoritas setempat masih berupaya menjinakkan api yang terus merambat ke arah kawasan pemukiman padat penduduk di lembah Okanagan.

Reporter: Darmawan Iskandar
Sumber: krsumsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top