Pencarian

Megawati Soroti Keadilan Hukum dan Harga Kebutuhan Pokok di Tengah Dinamika Demokrasi

Senin, 15 Juni 2026 • 22:38:02 WIB
Megawati Soroti Keadilan Hukum dan Harga Kebutuhan Pokok di Tengah Dinamika Demokrasi
Megawati Sukarnoputri meresmikan renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Blitar, Senin (15/6/2026).

SUMATERA SELATAN — Megawati Sukarnoputri menyampaikan pandangannya soal kondisi demokrasi dan keadilan hukum saat ini usai meresmikan renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Blitar, Senin (15/6/2026). Ia secara spesifik menyinggung kenaikan harga kebutuhan pokok yang dirasakan masyarakat, namun menekankan pentingnya mekanisme penyampaian keluhan yang sesuai dengan sistem hukum tata negara.

"Saya tahu harga udah pada naik. Tapi saya juga tahu tata cara. Saya tidak ada dalam pemerintahan. Ya saya akan menyampaikan, tapi menyampaikannya ke siapa? Yaitu ke DPR dari fraksi PDI Perjuangan," ujar Megawati di hadapan awak media.

Etika Berdemokrasi di Luar Kekuasaan

Ketua Umum PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa demokrasi bukanlah sekadar wacana. Ia mengajak masyarakat untuk tidak takut bersuara, namun tetap dalam koridor yang bertanggung jawab. "Ini adalah demokrasi, dan ini bukannya omong kosong. Saya berani bertanggung jawab. Tapi jangan semena-mena," katanya.

Pernyataan ini muncul di tengah gelombang aksi mahasiswa yang kembali memadati kawasan Gedung DPR. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI dan BEM SI Jakarta menjadi salah satu penggerak utama demonstrasi yang menyoroti kebijakan ekonomi dan penegakan hukum. Ratusan mahasiswa mulai berdatangan sejak pagi dengan membawa sejumlah tuntutan.

DPR sebagai Saluran Aspirasi Oposisi

Megawati secara eksplisit menyebut fraksi partainya di DPR sebagai jalur utama untuk menyuarakan keluhan. Hal ini ia sampaikan sebagai bentuk pemahaman terhadap etika dan moral dalam bernegara, khususnya ketika partai tidak memiliki posisi di eksekutif. "Gitu lho. Itu apa namanya? Itu tata cara, itu apa namanya? Etika dan moral," tuturnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa kritik terhadap pemerintah tetap bisa disalurkan tanpa harus keluar dari sistem yang berlaku. Megawati juga mengingatkan para kader partai untuk memahami batasan-batasan dalam menyampaikan pendapat.

Aksi Mahasiswa dan Respons Publik

Aksi demonstrasi yang digelar BEM SI di depan Gedung DPR turut mewarnai pernyataan Megawati. Dua karangan bunga terlihat dibawa oleh massa aksi sebagai simbol duka atas kondisi hukum dan ekonomi nasional. Aksi ini berlangsung bersamaan dengan pernyataan Megawati di Blitar, menunjukkan bahwa tekanan publik terhadap kebijakan pemerintah masih terus menguat.

Megawati tidak secara langsung mengomentari aksi mahasiswa tersebut. Namun, ajakannya untuk tidak takut bersuara dianggap sebagai bentuk dukungan moral terhadap gerakan mahasiswa yang mengkritisi kebijakan pemerintah saat ini.

Bagikan
Sumber: inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks