SUMATERA SELATAN — Tekanan jual besar-besaran melanda bursa saham teknologi pada sesi Kamis. Nasdaq 100 futures tercatat jatuh lebih dari 700 poin ke level sekitar 29.500, dengan indikator RSI sudah menunjukkan kondisi oversold. Aksi jual ini dipimpin oleh saham-saham semikonduktor yang mengalami koreksi tajam setelah reli panjang beberapa bulan terakhir.
Sektor Semikonduktor Paling Terpukul, Micron dan SanDisk Ambruk
Nvidia dan TSMC sama-sama melemah mendekati 2%, sementara SanDisk anjlok sekitar 13% dan Micron turun 6,5% dalam sehari. Applied Materials (AMAT) bahkan sudah kehilangan lebih dari 20% nilainya sejak 29 Juni lalu. Roundhill Memory ETF (DRAM) — yang memberikan eksposur ke industri chip memori — tercatat turun hampir 20% dalam sepekan, setelah sebelumnya hampir tiga kali lipat sejak diluncurkan pada 2 April hingga puncaknya akhir Juni lalu.
Penurunan ini terjadi meskipun beberapa perusahaan semikonduktor baru saja melaporkan rekor hasil kuartalan dan menaikkan panduan ke depan secara signifikan. Aksi ambil untung disebut-sebut menjadi pemicu utama, mengalahkan minat beli yang sebelumnya dominan.
Tesla Turun Meski Pengiriman Q2 Tembus 480.126 Unit
Tesla justru menjadi salah satu saham dengan kinerja paling kontradiktif. Perusahaan berhasil mengirimkan 480.126 kendaraan pada kuartal kedua — jauh di atas konsensus Wall Street yang hanya memperkirakan 406.600 unit. Produksi tercatat mencapai 451.758 unit. Namun reaksi pasar justru negatif: saham Tesla turun lebih dari 7% dalam sehari.
Analis menilai koreksi ini lebih disebabkan aksi profit-taking setelah saham Tesla naik lebih dari 13% dalam empat sesi sebelumnya. Dari sisi teknikal, saham Tesla kini sudah berada di bawah EMA 200 hari. Selain itu, meskipun deployment penyimpanan energi Tesla meningkat menjadi 13,5 GWh, angka tersebut masih di bawah proyeksi William Blair sebesar 20,6 GWh.
Apple dan Microsoft Kuat, Sektor Defensif Justru Menguat
Di tengah tekanan di sektor teknologi, Apple justru mencatat kenaikan hampir 5%, bersama Microsoft yang juga bergerak lebih kuat. Saham-saham di sektor farmasi, kesehatan, pertahanan, dan IT services justru diperdagangkan menguat — Lockheed Martin dan RTX Corp menjadi contohnya. Meta Platforms sebaliknya, turun hampir 4,5% dan pelemahan meluas ke sebagian besar rantai pasok komponen elektronik dari Dell hingga Arm Holdings.
HSBC Gandakan Target Harga Intel, Saham Tetap Tertekan
Meski saham Intel turun lebih dari 5% hari ini dan diperdagangkan di bawah USD 120, HSBC justru menggandakan target harga saham Intel dari USD 100 menjadi USD 200 dengan rating Buy. Bank investasi tersebut memperkirakan pengiriman server CPU yang lebih kuat dan peningkatan permintaan terhadap layanan Intel Foundry. Mereka juga memproyeksikan peningkatan komitmen pelanggan mulai paruh kedua 2026 yang dapat mendukung pertumbuhan earnings jangka panjang.
Apple Dikabarkan Jajaki Pemasok Chip Memori dari China
Tekanan tambahan pada sektor semikonduktor juga datang dari laporan Bloomberg yang menyebut Apple sedang mempertimbangkan untuk memperoleh chip memori dari produsen China. Apple disebut sedang berdiskusi dengan ChangXin Memory Technologies (CXMT) dan Yangtze Memory Technologies (YMTC) untuk mendiversifikasi rantai pasok dan meredakan dampak kekurangan memori global — meski kedua perusahaan tersebut masuk dalam daftar hitam Pentagon karena dugaan keterkaitan dengan sektor militer China.
Bloomberg juga melaporkan bahwa Apple telah meminta dukungan dari pemerintahan Trump untuk mengurangi potensi konsekuensi politik dari kerja sama tersebut. Langkah ini dinilai sebagai upaya Apple mengamankan ketersediaan chip memori sekaligus mengurangi tekanan biaya yang belakangan memaksa perusahaan menaikkan harga pada sebagian lini produknya.