Pencarian

Kekalahan 0-3 dari Timnas Indonesia U-17 Buka Mata Pelatih Malaysia U-17 soal Konsentrasi dan Intensitas

Kamis, 09 Juli 2026 • 00:57:01 WIB
Kekalahan 0-3 dari Timnas Indonesia U-17 Buka Mata Pelatih Malaysia U-17 soal Konsentrasi dan Intensitas
Pelatih Malaysia U-17 soroti kurangnya konsentrasi dan intensitas usai kalah 0-3 dari Indonesia U-17.

SUMATERA SELATAN — Duel uji coba kedua yang digelar di Stadion Manahan berjalan berat sebelah. Timnas Malaysia U-17 takluk tiga gol tanpa balas, berbanding terbalik dengan laga sebelumnya yang berakhir sama kuat. Shukor tak menampik bahwa hasil ini sulit diterima, namun menegaskan bahwa kekalahan adalah bagian dari proses belajar timnya.

Faktor Kehilangan Agresivitas Saat Bertahan Jadi Biang Keladi

Menurut Shukor, kekalahan telak ini bukan tanpa sebab. Ia menyoroti tiga aspek krusial yang hilang dari permainan timnya: konsentrasi, intensitas, dan agresivitas. Ketika ketiga elemen itu memudar, Indonesia langsung menghukum mereka.

"Pertandingan kedua kalah 0-3, agak berat juga untuk diterima. Tapi ini adalah bagian dari sepak bola. Bila dalam fase bertahan kami hilang konsentrasi, hilang intensitas, dan hilang agresivitas, kami dihukum oleh tim Indonesia," kata Shukor.

Rotasi Pemain Jadi Prioritas, Bukan Hasil Akhir

Meski menerima kekalahan, juru taktik berusia 46 tahun itu enggan menyalahkan pemain. Ia justru memaknai laga ini sebagai ajang memberikan jam terbang bagi skuad mudanya. Sebanyak enam hingga tujuh pemain diberi kesempatan tampil pada laga kedua ini.

"Dan saya tidak mau menyalahkan pemain. Yang paling penting sekali saya harus mencoba melakukan yang terbaik. Dan pemain-pemain yang diberi peluang, hampir 6-7 pemain diberi peluang untuk laga malam tadi, dan banyak hal yang akan kami pelajari dari game malam kedua ini," kata dia.

Persiapan Mepet, Kebugaran Pemain Jadi Sorotan

Shukor juga menyoroti waktu persiapan yang minim. Timnya hanya punya dua hari untuk bersiap sebelum laga kedua. Akibatnya, tingkat kebugaran sejumlah pemain menurun drastis di lapangan.

"Jika berbicara persiapan, memang kami datang ke sini dengan dua hari persiapan. Dan kami harus melihat dari intensitas permainan dan kekuatan pemain. Dalam dua hari kami beraksi untuk game kedua," kata dia.

"Kami lihat ada pemain yang dari segi tingkat kebugarannya berkurang, dan kami harus mengakui hal itu. Jadi saya rasa bukan kami ingin menyalahkan, tapi yang paling penting sekali kami harus memperbaiki pada pemanggilan pemain berikutnya nanti."

Bekal Pahit Menuju Kualifikasi Piala Asia U-17 2027

Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi serius bagi Malaysia U-17. Pasalnya, Harimau Malaya Muda sudah gagal lolos ke putaran final Piala Asia U-17 dalam dua edisi terakhir. Meski sempat menorehkan hasil positif dengan lolos ke final Piala AFF U-16 2026 dan mengalahkan Indonesia di fase grup turnamen yang sama, hasil uji coba ini menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan.

Bagikan
Sumber: bola.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks