Pencarian

PLTA Batang Toru Rp 21,6 Triliun Segera On-Grid, Kunci Pasokan Listrik Sumatra

Jumat, 31 Juli 2026 • 13:25:31 WIB
PLTA Batang Toru Rp 21,6 Triliun Segera On-Grid, Kunci Pasokan Listrik Sumatra
Wakil Menteri ESDM Yuliot meninjau kesiapan operasional PLTA Batang Toru di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.

SUMATERA SELATAN — Wakil Menteri ESDM, Yuliot, menyebut pembangkit yang dikembangkan PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) ini menjadi tameng antisipasi atas keterbatasan pasokan energi primer di Sumatra. "Kondisi energi di wilayah Sumatra cukup kritis sehingga kita memerlukan antisipasi. Dengan keterbatasan ketersediaan energi primer yang lain, kita sudah memiliki PLTA Batang Toru yang bisa on-grid," ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Transmisi Roboh, Target Operasional Terhambat

Urgensi pengoperasian pembangkit ini meningkat setelah bencana hidrologi pada November 2025 merobohkan lima menara transmisi dan merusak infrastruktur pendukung jaringan kelistrikan. Kementerian ESDM mengawal proses pemulihan yang masih berada pada tahap perancangan menara dan struktur pondasi.

"Pembangunan kembali jalur transmisi ini dilakukan secara terakselerasi agar energi listrik dari PLTA Batang Toru dapat disalurkan dengan optimal ke dalam jaringan transmisi Sumatera," kata Yuliot.

Selain kendala teknis di lapangan, proyek dengan investasi Rp 21,6 triliun ini sempat tersendat urusan birokrasi. Kepastian kelanjutan konstruksi baru diperoleh setelah Menteri Lingkungan Hidup mencabut sanksi administratif melalui Keputusan Nomor 1444 Tahun 2026 pada 16 Maret 2026.

Uji Teknis Berjalan Paralel dengan Administrasi

Saat ini proses administrasi berjalan beriringan dengan uji teknis pembangkit. Yuliot menjelaskan, pengujian PLTA mensyaratkan adanya genangan air, sehingga penyelesaian dokumen dan pelaksanaan tes dilakukan secara paralel. "Testing yang dilakukan ini namanya PLTA kan harus ada genangan. Kalau tidak ada genangan, testing tidak bisa kita lakukan," tuturnya.

PLTA Batang Toru menempati area seluas 650 hektare di Kabupaten Tapanuli Selatan. Proyek ini mulai dibangun pada 1 September 2017 dengan Sinohydro Corporation Limited sebagai kontraktor utama.

Kehadiran pembangkit ini diharapkan mendongkrak bauran Energi Baru Terbarukan nasional yang saat ini berada di kisaran 16 hingga 17 persen. Dengan tambahan listrik 510 MW dari PLTA Batang Toru, ketahanan energi Sumatra diharapkan lebih kokoh dan mampu menopang kebutuhan industri serta rumah tangga di masa mendatang.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks