Pencarian

5 Tempat Wisata Palembang yang Gratis dan Kaya Sejarah

Selasa, 11 Agustus 2026 • 11:13:01 WIB
5 Tempat Wisata Palembang yang Gratis dan Kaya Sejarah
Wisata gratis di Palembang. (Foto: NET)

SUMATERA SELATAN - Bagi Anda yang sedang mencari wisata gratis di Palembang, ada banyak pilihan menarik untuk menikmati suasana kota tanpa perlu mengeluarkan banyak uang.

Wisata gratis di Palembang menawarkan pengalaman yang beragam, mulai dari ruang terbuka hijau, bangunan bersejarah, hingga area yang menjadi bagian penting dari jati diri Kota Palembang.

Palembang tidak hanya terkenal dengan Jembatan Ampera dan makanan khasnya, pempek. Kota yang berada di tepian Sungai Musi ini memiliki sejarah panjang, mulai dari masa Kesultanan Palembang Darussalam hingga jejak kejayaan Sriwijaya.

Pemerintah Kota Palembang menyebut Jembatan Ampera sebagai salah satu ikon kota yang menghubungkan kawasan Seberang Ulu dan Seberang Ilir.

Menariknya, banyak lokasi bernilai sejarah yang juga berfungsi sebagai ruang publik dan bisa dikunjungi tanpa tiket masuk.

Dengan demikian, berwisata di Palembang tidak selalu identik dengan biaya besar.

Dengan sedikit perencanaan, beberapa destinasi bisa digabung menjadi perjalanan satu hari.

Wisata Gratis di Palembang

Berikut ini adalah wisata gratis di Palembang yang bisa menjadi pilihan menarik untuk menikmati suasana kota tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.

1. Taman Kambang Iwak, Ruang Hijau di Tengah Kota

Taman Kambang Iwak atau yang lebih dikenal dengan KI Park merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang cukup populer di kalangan warga Palembang.

Pemerintah Kota Palembang mencatat Kambang Iwak sebagai salah satu taman kota yang menjadi bagian dari ruang publik di wilayah perkotaan.

Daya tarik utama taman ini terletak pada kolam yang menjadi pusat kawasan. Suasana di sekitarnya sangat cocok untuk aktivitas santai seperti berjalan kaki, jogging, berolahraga, atau sekedar menikmati udara segar.

Pada momen tertentu, area taman juga sering dimanfaatkan warga untuk berbagai kegiatan bersama.

Kambang Iwak menawarkan suasana yang berbeda dari hiruk pikuk jalan raya. Pepohonan, area terbuka, serta kolam membuat tempat ini menjadi alternatif untuk beristirahat tanpa harus pergi jauh dari pusat kota.

Bagi pecinta fotografi, pagi hari dan menjelang malam adalah waktu yang menarik. Cahaya matahari yang lebih lembut menciptakan suasana yang berbeda, sementara taman di malam hari menawarkan nuansa yang lebih hidup.

Ruang terbuka seperti Kambang Iwak juga memiliki fungsi ekologis. Ruang hijau perkotaan tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan kota yang lebih nyaman.

2. Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I merupakan salah satu bangunan bersejarah paling penting di Palembang.

Masjid ini dibangun mulai 1738 atas perintah Sultan Mahmud Badaruddin I dan selesai pada 1748.

Informasi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Selatan menyebut bahwa bangunan ini awalnya dikenal dengan nama Masjid Sultan.

Nilai menariknya tidak hanya terletak pada usia bangunan, tetapi juga arsitekturnya. Penelitian tentang bangunan cagar budaya ini menunjukkan adanya perpaduan unsur Nusantara, Tiongkok, dan Eropa.

Perpaduan ini terlihat dari bentuk atap, struktur bangunan, dan menara yang memiliki ciri khas berbeda dari banyak masjid lainnya. Menara masjid bahkan memiliki bentuk yang mengingatkan pada arsitektur Tiongkok.

Lokasinya juga sangat strategis karena berada tidak jauh dari Jembatan Ampera. Jaraknya sekitar 400 meter, sehingga kedua lokasi dapat dikunjungi dalam satu rute perjalanan.

Saat berkunjung, aspek kesopanan tetap harus diperhatikan karena bangunan ini masih berfungsi sebagai tempat ibadah.

Waktu kunjungan sebaiknya disesuaikan dengan kegiatan keagamaan agar aktivitas wisata tidak mengganggu jamaah.

3. Jembatan Ampera dan Tepian Sungai Musi

Jembatan Ampera merupakan destinasi yang hampir selalu disebut ketika membicarakan Palembang.

Namun, menikmati panorama jembatan dari kawasan publik di sekitarnya tidak memerlukan tiket khusus.

Jembatan yang membentang di atas Sungai Musi ini menghubungkan Seberang Ulu dan Seberang Ilir.

Situs resmi pariwisata Indonesia mencatat panjang jembatan sekitar 1.177 meter dan pembangunannya dimulai pada tahun 1962.

Jembatan Ampera memiliki nilai sejarah yang kuat. Kajian sejarah dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung menyebut pembangunan jembatan dimulai pada April 1962 dan sejak awal menjadi bagian penting dari perkembangan Kota Palembang.

Waktu terbaik untuk menikmati panorama jembatan dapat disesuaikan dengan aktivitas yang diinginkan.

Sore hari menawarkan pemandangan matahari terbenam, sedangkan malam hari menghadirkan suasana berbeda saat pencahayaan jembatan terlihat dari tepian Sungai Musi.

Kawasan sekitar Benteng Kuto Besak juga bisa menjadi titik untuk menikmati pemandangan.

Perahu yang melintas di Sungai Musi, aktivitas warga, serta lanskap perkotaan membuat kawasan tersebut terasa hidup.

Bagi yang ingin menghemat biaya, aktivitas sederhana seperti berjalan-jalan, menikmati pemandangan sungai, atau berfoto sudah cukup untuk mendapatkan pengalaman wisata yang berkesan.

4. Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya

Palembang memiliki hubungan erat dengan sejarah Sriwijaya, salah satu kerajaan maritim besar yang pernah berkembang di Asia Tenggara.

Salah satu tempat untuk mengenali jejak tersebut adalah Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya di kawasan Karanganyar, Gandus.

Kawasan ini juga dikenal dengan nama Situs Karanganyar. Kompleks tersebut memiliki kanal, parit, dan lanskap perairan yang menjadi bagian penting dari interpretasi arkeologis kawasan Sriwijaya.

Destinasi ini menawarkan pengalaman berbeda karena wisata sejarah tidak hanya dilakukan dengan melihat benda di balik etalase.

Lingkungan situs memungkinkan pengunjung memahami hubungan antara permukiman, air, dan aktivitas manusia di masa lalu.

Meski ada informasi lama yang menyebut kawasan taman ini dapat dinikmati gratis, namun informasi tentang tiket dan fasilitas bisa berubah sesuai kebijakan pengelola. Oleh karena itu, pengecekan terbaru sebelum berangkat tetap disarankan.

Dari sisi edukasi, Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya cocok untuk perjalanan keluarga maupun pelajar. Suasana yang lebih terbuka juga membuat eksplorasi sejarah terasa tidak terlalu formal.

5. Kawasan Hutan Punti Kayu

Taman Wisata Alam Punti Kayu menjadi salah satu kawasan hijau penting di Palembang. Hutan kota seperti ini memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana rindang tanpa meninggalkan wilayah perkotaan.

Namun, perlu dibedakan antara kawasan hutan dan berbagai fasilitas rekreasi di dalam kompleks. Beberapa wahana atau area tertentu mungkin menerapkan tarif masuk tersendiri.

Karena itu, istilah wisata gratis lebih tepat digunakan untuk aktivitas menikmati ruang publik atau area yang memang tidak dikenakan biaya, bukan seluruh fasilitas Punti Kayu.

Pepohonan yang rindang menjadi daya tarik utama kawasan ini. Suasana teduh dapat dimanfaatkan untuk berjalan santai, berolahraga ringan, fotografi, atau sekedar menikmati waktu luang.

Keberadaan hutan kota juga memiliki nilai ekologis. Ruang hijau membantu meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan sekaligus menyediakan habitat bagi sejumlah satwa.

Dengan demikian, kunjungan ke Punti Kayu bukan hanya soal rekreasi, tetapi juga kesempatan untuk belajar tentang fungsi kawasan hijau dalam kehidupan kota.

Tips Menjelajah Destinasi Hemat di Palembang

Agar perjalanan tetap nyaman, ada beberapa hal sederhana yang perlu diperhatikan. Pertama, pilih destinasi yang lokasinya berdekatan agar biaya transportasi bisa ditekan.

Kawasan Masjid Agung, Jembatan Ampera, dan tepian Sungai Musi, misalnya, bisa digabungkan dalam satu agenda perjalanan.

Kedua, pilih waktu kunjungan yang tepat. Pagi atau sore biasanya lebih nyaman untuk aktivitas luar ruangan dibandingkan tengah hari.

Selain mengurangi panas, waktu tersebut juga memberikan pencahayaan yang lebih baik untuk fotografi.

Ketiga, bawa air minum sendiri dan tetap menjaga kebersihan. Wisata murah bukan berarti mengurangi tanggung jawab terhadap lingkungan.

Sampah sebaiknya dibawa sampai menemukan tempat pembuangan yang sesuai.

Keempat, selalu cek informasi terbaru sebelum berangkat. Status tiket, jam operasional, aturan kunjungan, hingga akses ke kawasan tertentu bisa berubah.

Hal ini terutama penting untuk destinasi yang memiliki fasilitas berbayar di dalam kompleksnya.

Kesimpulan

Palembang membuktikan bahwa perjalanan menarik tidak selalu membutuhkan anggaran besar.

Dari ruang hijau, masjid bersejarah, Jembatan Ampera, situs Sriwijaya, hingga kawasan hutan kota, ada banyak pilihan yang bisa memperkaya pengalaman mengenal kota ini.

Dengan rute yang tepat dan informasi terbaru, wisata gratis di Palembang bisa menjadi pilihan liburan hemat sekaligus berkesan.

 

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks