Lamongan – Lanjutan normalisasi Sungai Deket serta pemompaan air dari Sungai Bengawan Solo ke Sungai Blawi dijadwalkan kembali berlangsung pada Senin (24/8). Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian percepatan penanganan kekeringan di areal persawahan Daerah Irigasi (DI) Bengawan Jero, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, mencatat progres signifikan dalam upaya distribusi air. Pada Minggu (23/8), normalisasi sungai dan pembuatan alur air telah rampung dikerjakan sepanjang 1.670 meter. Alat berat telah ditempatkan di lokasi untuk mempercepat distribusi, ditunjang pompa guna menaikkan debit dan melancarkan pasokan air ke jaringan irigasi.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, percepatan ini merupakan wujud kesiapsiagaan pemerintah menghadapi dampak kekeringan. Optimalisasi sumber daya air menjadi kunci untuk menjaga layanan irigasi tetap berjalan bagi masyarakat.
“Air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu, termasuk dengan mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Menteri Dody.
Fokus pengerjaan terkonsentrasi pada normalisasi Sungai Deket atau anak Sungai Blawi, Sungai Corong, dan Sungai Malang. Pembukaan alur ini bertujuan memperlancar aliran dari Sungai Blawi untuk kemudian dipompa menuju jaringan irigasi, sehingga area persawahan di Desa Soko, Kecamatan Glagah, serta Desa Ketapangtelu, Kecamatan Karangbinangun, mendapat pasokan air.
Operasi normalisasi Sungai Deket melibatkan 3 unit excavator amphibi dari Kementerian PU, ditambah 1 unit excavator amphibi milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Akumulasi pengerjaan pembuatan alur dan normalisasi telah menembus angka 1.670 meter.
Untuk memperkuat pasokan, 2 unit mobile pump disiagakan di Pintu Melik II. Selain itu, 3 unit pompa Alkon 6 inci dan 3 unit pompa 3 inci dioperasikan dengan memanfaatkan sumber air Sungai Blawi dan Sungai Bengawan Solo.
Kepala BBWS Bengawan Solo Gatut Bayuadji menyampaikan, pihaknya berkomitmen melanjutkan upaya ini demi memastikan lahan pertanian tetap teraliri. Harapannya, produktivitas pertanian terjaga dan turut mendorong tercapainya swasembada pangan.
"Dari total areal persawahan seluas 539,80 hektare yang terdampak kekeringan di DI Bengawan Jero, hingga saat ini sekitar 426,80 hektare telah berhasil terairi. Saat ini, masih terdapat sekitar 113 hektare sawah di bagian hilir yang belum mendapatkan suplai air. Senin (24/8) pelaksanaan normalisasi Sungai Deket dan pemompaan air dari Sungai Bengawan Solo ke Sungai Blawi akan dilanjutkan kembali," jelas Gatut.
Kementerian PU akan melanjutkan normalisasi Sungai Deket dan pemompaan air dari Sungai Bengawan Solo menuju Sungai Blawi. Pembuatan alur sungai juga akan dilanjutkan sesuai permohonan Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) dengan panjang sekitar 4 km guna memperlancar distribusi air ke wilayah persawahan. Melalui upaya tersebut, Kementerian PU akan terus memastikan infrastruktur sumber daya air tetap berfungsi optimal di tengah kondisi kekeringan, sekaligus mendukung keberlanjutan layanan irigasi dalam mendukung swasembada pangan.