SUMATERA SELATAN — Mutasi tersebut tertuang dalam ST/1584/VII/KEP 2026 yang mencakup 119 personel dan ST/1585/VII/KEP 2026 sebanyak 27 personel. Kedua surat telegram ditandatangani Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Pol Anwar.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Edison Isir menyebut pergerakan jabatan ini bagian dari pembinaan karier dan penyegaran organisasi. "Mutasi dan rotasi merupakan hal yang biasa dalam dinamika organisasi Polri. Ini merupakan bagian dari pembinaan karier personel sekaligus upaya penyegaran dan penguatan organisasi agar pelaksanaan tugas kepolisian dapat berjalan semakin optimal," ujar Isir, Senin (11/8/2026).
Dua Brigjen Ditempatkan sebagai Analis di Bareskrim
Dari sebelas perwira yang dimutasi, dua di antaranya adalah Brigjen Pol Suhirman dan Brigjen Pol Teguh Yuswardhie. Keduanya sebelumnya berstatus perwira tinggi (Pati) Bareskrim Polri.
Brigjen Pol Suhirman kini menjabat Analis Kebijakan Utama Bidang Pidum Bareskrim Polri. Sementara Brigjen Pol Teguh Yuswardhie dipercaya sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Labfor Bareskrim Polri.
Rotasi ke Bareskrim dan Peran Strategisnya
Selain dua brigjen, mutasi ini turut melibatkan tujuh perwira menengah berpangkat Kombes Pol dan satu AKBP. Mereka akan memperkuat berbagai unit di Bareskrim, baik di bidang penyidikan maupun dukungan teknis.
Bareskrim Polri merupakan lini utama pemberantasan kejahatan terorganisir, korupsi, siber, hingga tindak pidana ekonomi. Rotasi personel ke korps ini kerap dibaca sebagai upaya penguatan kapasitas penyidikan jelang penanganan kasus-kasus besar.
Jadwal Pelantikan Menyusul
Hingga berita ini diturunkan, Polri belum merilis jadwal resmi pelantikan para pejabat baru tersebut. Namun, proses serah terima jabatan umumnya dilakukan paling lambat dua pekan setelah telegram mutasi terbit.
Mutasi massal pada Juli 2026 ini merupakan bagian dari siklus regenerasi internal Polri yang berlangsung berkala. Selain ke Bareskrim, telegram yang sama juga memuat rotasi personel ke sejumlah satuan kerja lainnya di lingkungan Mabes Polri dan Polda.