Pencarian

Daihatsu dan Perodua Kembangkan Mobil Listrik Murah untuk Malaysia, Berpotensi Masuk Indonesia

Minggu, 30 Agustus 2026 • 16:16:01 WIB
Daihatsu dan Perodua Kembangkan Mobil Listrik Murah untuk Malaysia, Berpotensi Masuk Indonesia
Daihatsu dan Perodua berencana mengembangkan mobil listrik murah untuk pasar Malaysia yang berpotensi masuk ke Indonesia.
Perodua yang baru meluncurkan EV perdana buatan lokal, QV-E, sekaligus membuka peluang ekspansi ke pasar Asia Tenggara. ISI:

SUMATERA SELATAN — Kabar ini mencuat setelah Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Johari Abdul Ghani, menyebut rencana kolaborasi kedua pabrikan dalam unggahan Facebook pribadinya. "Kemitraan Daihatsu-Perodua dalam mengembangkan kendaraan listrik di Malaysia," tulis Johari, seperti dikutip Paultan, Minggu (30/8).

Detail teknis dan jadwal produksi memang belum diungkap. Namun sinyal ini cukup kuat mengingat Daihatsu merupakan pemegang saham utama Perodua. Keduanya telah bekerja sama selama 33 tahun, termasuk memasok platform, mesin, dan transmisi untuk berbagai model Perodua.

Perodua QV-E: Fondasi EV yang Sudah Siap

Perodua tidak berangkat dari nol. Pabrikan asal Malaysia itu sudah memiliki QV-E, mobil listrik berbasis baterai (BEV) pertama yang dikembangkan dan dirancang mandiri oleh tim lokal. Model ini menjadi bukti kapabilitas Perodua dalam membangun kendaraan elektrifikasi.

Kabar yang beredar menyebutkan, Daihatsu berpotensi melakukan rebadge terhadap QV-E untuk dijual di pasar lain. Pola ini bukan hal baru bagi keduanya. Di Indonesia, Daihatsu Sirion pada dasarnya adalah Perodua Myvi, sementara Daihatsu Terios memiliki kembaran bernama Perodua Aruz.

Segmen A Lebih Kecil Sedang Digarap, Siap Lawan Proton eMas 5

Perodua tidak berhenti di QV-E. Pabrikan ini sedang menggarap model segmen A yang lebih kecil, dibangun di atas platform EV yang dikembangkan oleh Magna Steyr—platform yang sama dengan QV-E.

Model ini diposisikan sebagai penantang Proton eMas 5 di pasar Malaysia. Jika kolaborasi dengan Daihatsu terealisasi, bukan tidak mungkin platform ini juga menjadi dasar bagi mobil listrik murah Daihatsu untuk pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Dampak untuk Pasar Indonesia

Langkah Daihatsu di Malaysia menarik dicermati dari Jakarta. Pasar mobil listrik murah di Indonesia masih didominasi produk China, sementara pabrikan Jepang belum banyak yang memainkan harga di segmen entry-level.

Jika Daihatsu serius mengembangkan EV berbasis platform Perodua, peluang membawanya ke Indonesia cukup terbuka. Model seperti ini bisa menjadi jawaban bagi konsumen yang mencari mobil listrik dengan harga terjangkau namun tetap mengandalkan jaringan purna jual yang luas.

Belum ada konfirmasi resmi mengenai model mana yang akan dipasarkan Daihatsu, maupun apakah produk tersebut akan masuk ke Indonesia. Yang jelas, persaingan mobil listrik murah di Asia Tenggara akan semakin ketat dalam beberapa tahun ke depan.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks