OGAN ILIR — Api mulai membesar sekitar pukul 11.00 WIB di lahan kosong yang berada tepat di belakang SDN 02 Indralaya Selatan. Tiupan angin kencang dan kondisi lahan yang kering membuat kobaran api dengan cepat merambat hingga akhirnya mencapai bangunan sekolah pada pukul 15.30 WIB.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Ogan Ilir, Sayadi, membenarkan bahwa bangunan yang terbakar merupakan rumah dinas guru yang saat kejadian dalam keadaan kosong dan tidak dihuni. "Yang terbakar merupakan rumah dinas guru tiga pintu, yang memang dalam keadaan kosong tidak dihuni," terang Sayadi.
Petugas BPBD Terkendala Keterbatasan Saat Pemadaman
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Ilir yang tiba di lokasi langsung berupaya melakukan pemadaman. Namun, kobaran api yang telah membesar sulit dijinakkan dan tim tak mampu menyelamatkan bangunan dari amukan si jago merah.
Meski satu unit rumah dinas hangus, bangunan utama ruang belajar siswa SDN 02 Indralaya Selatan dilaporkan selamat dari terjangan api. Kepala SDN 02 Indralaya Selatan sempat mengecek kondisi sekolah usai kebakaran untuk memastikan tingkat kerusakan.
Guru Tetap Masuk Kerja, Siswa Diliburkan Sementara
Sebagai langkah antisipasi, Disdikbud Ogan Ilir memutuskan meliburkan kegiatan belajar mengajar di SDN 02 Indralaya Selatan selama dua hari ke depan. Kebijakan ini diambil untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta memberi ruang bagi proses pembersihan puing-puing bangunan yang terbakar.
"Kendati siswa diliburkan, namun untuk guru-guru tetap ke sekolah untuk membersihkan puing-puing bangunan yang terbakar," katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Pihak kepolisian dan BPBD setempat masih melakukan pendataan terkait total kerugian material yang dialami sekolah.