OGAN ILIR — Titik api di Desa Sungai Rambutan terpantau hanya berjarak beberapa meter dari rel kereta api. Kobaran api yang membesar sejak petang membuat laju Kereta Api Babaranjang yang melintas di area terdampak terpaksa diperlambat karena asap tebal membumbung tinggi.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Ilir, Edi Rahmat, membenarkan kejadian tersebut. "Kebakaran malam ini di Sungai Rambutan dekat rel kereta api," ujarnya.
Jalur Logistik Jadi Prioritas Pengamanan
Lokasi kebakaran yang berdekatan dengan lintasan kereta api menjadi perhatian serius tim gabungan. Jalur tersebut merupakan lintasan penting bagi angkutan logistik, termasuk kereta batu bara rangkaian panjang (Babaranjang) yang melintasi Sumatera Selatan.
Tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi sejak api terdeteksi untuk mencegah meluasnya area terdampak. "Anggota kami sudah di lapangan untuk penanggulangan kebakaran agar tidak terus meluas," kata Edi.
Manggala Agni Dikerahkan Padamkan Api
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, memastikan tim Manggala Agni ikut diterjunkan dalam operasi pemadaman di Sungai Rambutan. "Tim Manggala Agni sedang berupaya melakukan penanggulangan kebakaran di Sungai Rambutan," jelasnya.
Upaya pemadaman melibatkan berbagai unsur, termasuk BPBD dan tim Manggala Agni, untuk mengendalikan api yang berpotensi meluas ke area lain.
5 Hektare Lahan Terbakar di Dekat Tol Palindra
Sehari sebelum kejadian di Sungai Rambutan, kebakaran lahan juga terjadi di wilayah yang tidak jauh dari lokasi tersebut, tepatnya di dekat ruas Tol Palembang–Indralaya (Palindra). Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (1/8/2026) petang itu menghanguskan sekitar 5 hektare lahan.
"Titik kebakaran berada dekat KM 18 Tol Palindra. Semalam, seluruh area yang terbakar sudah dipadamkan," ujar Ferdian.
Rangkaian kebakaran lahan yang terjadi secara beruntun dalam beberapa hari terakhir ini menambah daftar kejadian serupa di wilayah Ogan Ilir. Kebakaran lahan kerap terjadi di Sumatera Selatan pada musim kemarau, dan penanganan cepat menjadi kunci untuk mencegah dampak lebih luas, termasuk gangguan asap bagi warga dan pengguna jalan.