Pencarian

Turis Belanda Cedera Kaki di Rinjani, Dievakuasi Helikopter dari Sembalun

Minggu, 25 Oktober 2026 • 18:19:01 WIB
Turis Belanda Cedera Kaki di Rinjani, Dievakuasi Helikopter dari Sembalun
Turis perempuan Belanda berinisial ET (28) dievakuasi dengan helikopter setelah mengalami cedera kaki saat mendaki Gunung Rinjani via jalur Sembalun, Lombok Timur.

SUMATERA SELATAN — Seorang turis perempuan Belanda berinisial ET (28) mengalami cedera kaki saat mendaki Gunung Rinjani lewat jalur Sembalun, Lombok Timur, NTB. Insiden terjadi di sekitar Batu Beleq pada Kamis (22/10) pagi, dan korban akhirnya dievakuasi menggunakan helikopter sekitar pukul 12.25 Wita. Evakuasi via udara ditempuh karena korban tidak mampu berdiri dan butuh penanganan medis segera.

Kepala Subbagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardiaristo, menyebut kondisi korban membuat proses evakuasi biasa tidak memungkinkan. "Korban mengalami cedera pada kaki hingga tidak mampu berdiri dan membutuhkan penanganan medis segera," terangnya.

Evakuasi Helikopter ke Benoa Bali

Setelah menerima laporan, TNGR berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menempuh evakuasi via udara. Helikopter diterbangkan ke titik korban sekitar pukul 12.25 Wita, atau sekitar lima jam setelah laporan masuk.

Menurut Astekita, evakuasi udara tersebut ditempuh sesuai dengan asuransi premium yang dimiliki korban. "Sekitar pukul 12.25 Wita, korban dievakuasi menggunakan helikopter. Sesuai dengan asuransi premium yang dimiliki korban," jelasnya.

Korban diterbangkan menuju heliport di Benoa, Bali, sebelum dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan medis lebih lanjut. Belum ada keterangan resmi soal kondisi terkini korban setelah mendapat penanganan.

Jalur Sembalun dan Risiko Cedera di Rinjani

Jalur Sembalun dikenal sebagai rute pendakian yang menantang dengan tanjakan panjang dan medan terbuka. Batu Beleq menjadi salah satu titik yang kerap dilalui pendaki sebelum mencapai area camp dan puncak.

Insiden ini menambah daftar kasus cedera pendaki di Rinjani. Medan berbatu, suhu dingin, dan kelelahan menjadi faktor yang sering disebut dalam berbagai laporan evakuasi.

Pelajaran untuk Calon Pendaki

Astekita menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap pendakian. Persiapan fisik dan perlengkapan yang sesuai harus dipastikan sebelum berangkat.

"Keberhasilan sebuah pendakian bukan hanya tentang mencapai puncak, tetapi juga tentang kembali dengan selamat," ujarnya.

Bagi traveler yang berencana mendaki Rinjani, pastikan kondisi fisik prima, membawa perlengkapan sesuai standar, dan memahami prosedur darurat di jalur yang dipilih. Informasi terkini soal kondisi jalur dan ketentuan pendakian dapat dikonfirmasi ke Balai TNGR atau dinas pariwisata setempat.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks