BANYUASIN — Para petani di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, kini tak hanya mengandalkan cara tanam konvensional. Melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai DRTPM tahun anggaran 2025, Poktan Sido Makmur mengadopsi teknologi Proliga dan bibit unggul varietas Neno IPB untuk memacu hasil panen cabai keriting.
Mengapa Teknologi Proliga dan Bibit Neno IPB Dipilih?
Ketua Tim PKM Universitas IBA, Yursida, menjelaskan bahwa kombinasi ini merupakan hasil riset sebelumnya. "Kami mengedukasi petani mengenai diversifikasi usaha tani lewat pendirian lahan percontohan (demplot). Bibit varietas Neno IPB ini dipilih karena termasuk varietas unggul yang telah teruji dalam riset kami sebelumnya," kata Yursida di Palembang, Rabu.
Pendekatan ini menyasar sisi hulu produksi. Petani tidak hanya diajari teknik penanaman, tetapi juga cara mitigasi hama dan penyakit tanaman serta teknik pengendaliannya di lapangan.
Potong Rantai Distribusi Lewat Pemasaran Digital
Program ini tidak berhenti di teknik bertani. Para petani lokal juga dibekali kemampuan manajemen pemasaran pascapanen berbasis digital. Materi hilirisasi ini diberikan agar petani bisa memotong rantai distribusi yang selama ini panjang dan menikmati keuntungan yang lebih besar secara langsung.
Dalam pelaksanaannya, tim dosen yang beranggotakan Karlin Agustina dan Pandriadi turut melibatkan dua mahasiswa Fakultas Pertanian, M. Wahyu Firmansyah dan Zulika Fatimah Wiwiti. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Rektor Universitas IBA Lily Rahmawati Harahap, Camat Talang Kelapa, Lurah Tanah Mas Indah, petugas penyuluh lapangan (PPL), hingga jajaran TNI dan Polri.
Integrasi Hulu-Hilir untuk Taraf Hidup Petani
Yursida berharap integrasi antara teknologi budi daya di hulu dan penguasaan pasar digital di hilir dapat mempercepat peningkatan taraf hidup serta pendapatan ekonomi para petani di Kabupaten Banyuasin. Dengan rantai distribusi yang lebih pendek, margin keuntungan petani diharapkan naik signifikan.
Langkah ini menjadi contoh modernisasi pertanian di Sumatera Selatan yang menjawab tantangan pasar modern sekaligus menjaga ketahanan pangan lokal.