SUMATERA SELATAN — Berdasarkan data resmi dari laman Pegadaian, harga emas Galeri24 hari ini dibanderol Rp 2.621.000 per gram, naik dari posisi sebelumnya. Sementara emas UBS tercatat Rp 2.634.000 per gram. Kondisi berbeda terjadi pada emas Antam yang masih stagnan di Rp 2.762.000 per gram selama tiga hari berturut-turut.
“Harga tersebut sewaktu-waktu bisa berubah,” tulis keterangan resmi Pegadaian. Fluktuasi ini penting dicermati oleh masyarakat yang hendak berinvestasi logam mulia, karena harga bersifat dinamis mengikuti pergerakan pasar global.
Ukuran Tersedia: Dari 0,5 Gram hingga 1 Kilogram
Pegadaian menyediakan variasi ukuran untuk setiap produk. Emas Galeri24 bisa dibeli mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram). Emas UBS tersedia dari 0,5 gram hingga 500 gram. Sedangkan emas Antam di Pegadaian hanya tersedia hingga ukuran 100 gram.
Bagi Anda yang berencana melakukan buyback atau investasi jangka panjang, berikut daftar lengkap harga emas hari ini:
- Emas Galeri24: 0,5 gram Rp 1.375.000; 1 gram Rp 2.621.000; 10 gram Rp 25.635.000; 100 gram Rp 254.639.000; 1.000 gram Rp 2.540.132.000.
- Emas Antam: 0,5 gram Rp 1.434.000; 1 gram Rp 2.762.000; 10 gram Rp 27.087.000; 100 gram Rp 270.101.000.
- Emas UBS: 0,5 gram Rp 1.423.000; 1 gram Rp 2.634.000; 10 gram Rp 25.692.000; 500 gram Rp 1.277.066.000.
Harga Emas Dunia Menguat Usai Data Inflasi AS Dirilis
Kenaikan harga emas di Pegadaian sejalan dengan penguatan harga emas global. Pada perdagangan Kamis (25/6/2026), harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi US$ 4.029,09 per ons, setelah sebelumnya sempat melemah hingga 1%. Harga emas AS juga menguat 0,9% ke US$ 4.045,20 per ons.
Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, mengatakan data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) yang dirilis sesuai perkiraan menjadi faktor penopang. “Data PCE secara umum sesuai dengan ekspektasi pasar. Hal itulah yang membuat pergerakan harga emas hari ini relatif stabil,” ujarnya.
Berdasarkan data pemerintah AS, indeks harga PCE meningkat 4,1% secara tahunan hingga Mei 2026. Angka ini menjadi kenaikan tertinggi sekaligus pertama kalinya inflasi PCE kembali di atas level 4% sejak April 2023. Setelah data dirilis, indeks dolar AS melemah dan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) ikut turun, membuat emas lebih murah bagi pembeli luar negeri.
Pelaku Pasar Masih Waspadai Kenaikan Suku Bunga The Fed
Meski ada penguatan, pelaku pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mendatang cukup besar. Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember berada di kisaran 80%, turun dari 85% sebelum data inflasi dirilis. Namun angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan 61% sebelum rapat kebijakan The Fed pekan lalu.
Sebelumnya, harga emas sempat jatuh di bawah level psikologis US$ 4.000 per ons untuk pertama kalinya sejak November 2025. Penurunan itu dipicu oleh sikap agresif The Fed (hawkish) dalam pertemuan kebijakan moneternya pekan lalu. Meskipun emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik logam mulia karena investor beralih ke aset berbunga.
Bagi investor domestik, pergerakan harga emas global dan domestik ini menjadi sinyal untuk mencermati waktu pembelian. Dengan harga yang masih fluktuatif, membeli saat koreksi atau memanfaatkan program cicilan emas di Pegadaian bisa menjadi strategi jangka panjang.