MUARA ENIM — Warga yang tinggal di sekitar kawasan industri tak hanya butuh lapangan kerja, tapi juga akses permodalan untuk usaha mandiri. Hal itulah yang mendorong puluhan warga Kelurahan Pasar 1, Kecamatan Muara Enim, menyampaikan aspirasi langsung kepada anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Dapil VI saat masa reses, Selasa (7/1/2026).
Modal Usaha dari CSR Perusahaan
Dalam pertemuan yang berlangsung di SDN 7 Pasar 1 itu, warga meminta agar dana CSR dari perusahaan-perusahaan di ring 1 bisa dimanfaatkan untuk memperkuat permodalan UMKM. Mereka menilai, selama ini bantuan lebih banyak tersalur dalam bentuk barang atau kegiatan seremonial, bukan untuk menggerakkan ekonomi produktif.
Salah satu usulan yang paling disorot adalah bantuan untuk pengembangan usaha rumah jamur tiram. Warga menilai komoditas ini punya potensi pasar yang jelas dan bisa dikelola oleh kelompok ibu-ibu maupun pemuda setempat.
“Kita Gunakan CSR dan Tenaga Kerja Lokal”
Koordinator Dapil VI, Muhamad Chandra, merespons langsung usulan tersebut. Ia menyatakan bahwa skema pemanfaatan CSR untuk rumah jamur sangat mungkin direalisasikan.
“Soal rumah jamur kita gunakan CSR dan tenaga kerja lokal, nanti dibicarakan dengan PT KAI untuk karyawan di ring I. Termasuk dari PT WSL dan Duta Bara Utama,” ujar Chandra dalam forum reses tersebut.
Politikus PKB itu juga menambahkan, selain CSR, perusahaan memiliki anggaran dari program lain seperti Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang bisa dialokasikan untuk kepentingan warga ring 1.
Komitmen Perusahaan: Sudah Berjalan di Beberapa Desa
Perwakilan PT WSL, Ismail, yang turut hadir dalam reses memberikan sinyal positif. Ia menjelaskan bahwa perusahaannya memiliki program pengembangan masyarakat yang mencakup delapan pilar, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga kemandirian ekonomi.
“Artinya kemandirian ekonomi, kami suport. Jadi silakan buat proposal untuk usaha rumah jamur tiram, dan itu sudah jalan di beberapa desa. Selain itu, meski bukan ring I, tetap kami akan dukung,” kata Ismail.
Pernyataan ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini mengeluhkan sulitnya akses permodalan untuk usaha skala mikro.
Enam Anggota Dewan Hadir, Beragam Aspirasi Mengalir
Reses yang digelar DPRD Sumsel Dapil VI ini dihadiri enam anggota dewan. Selain Muhamad Chandra (PKB), hadir pula Mohd Muaz Ar Rifqy (PKS), Ismail Hairul Pala (Demokrat), Ahmad Palo (PPP), Hj. Lury Eliza Alex Noerdin (Golkar), dan Ganjar Iman (NasDem).
Dapil VI sendiri meliputi tiga wilayah, yakni Kabupaten Muara Enim, Kabupaten PALI, dan Kota Prabumulih. Dalam forum tersebut, warga tak hanya bicara soal UMKM. Sejumlah persoalan mendesak lain di wilayah mereka juga ikut disuarakan, meski tidak dirinci lebih lanjut dalam pertemuan terbuka itu.
Warga berharap hasil reses ini tidak berhenti sebagai catatan, tetapi segera ditindaklanjuti dengan pertemuan teknis antara DPRD, pemerintah daerah, dan pihak perusahaan. Terutama untuk merealisasikan bantuan modal bagi UMKM yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi warga ring 1.