SUMATERA SELATAN — BAIC akhirnya resmi mengaspal di Indonesia lewat model listrik perdana mereka. Bukan sekadar hatchback biasa, BAIC T1 yang dikembangkan dari sub-premium Arcfox ini langsung dibawa masuk sebagai completely built-up (CBU) dengan klaim dimensi paling lapang di kelasnya.
“Peluncuran BAIC T1 merupakan langkah strategis kami dalam memasuki era NEV di Indonesia,” ujar Dhani Yahya, Chief Operating Officer PT JIO Distribusi Indonesia, dalam seremoni di Tangerang kemarin. Targetnya, 1.000 unit terjual hingga akhir 2026 atau setara 16% pangsa pasar di segmen crossover listrik premium.
Baterai 42,3 kWh, Fast Charging 25 Menit
Di sektor penggerak, BAIC T1 menggunakan paket baterai 42,3 kWh yang diklaim mampu menempuh 425 km dalam sekali cas berdasarkan siklus CLTC. Dukungan DC fast charging memungkinkan pengisian 30-80% hanya dalam 25 menit.
Fitur uniknya ada pada kemampuan Vehicle-to-Vehicle (V2V) dan Vehicle-to-Load (V2L) dengan daya hingga 3.500 watt. Artinya, mobil ini bisa jadi pemasok listrik darurat untuk peralatan rumah tangga atau kendaraan listrik lain di situasi genting.
Dimensi Terpanjang di Kelas, Ground Clearance 181 mm
Dengan panjang 4.337 mm, lebar 1.860 mm, dan wheelbase 2.770 mm, BAIC T1 mengklaim sebagai yang terluas di segmennya. Ruang kaki dan kepala disebut sangat lega, sementara ground clearance 181 mm membuatnya sanggup melintasi genangan sedalam 50 cm.
Kabin juga dibekali Soundproof Cabin yang meredam kebisingan luar hingga 85%, serta Sky Roof seluas 2,34 m² dengan electric sunshade. Ada 32 titik penyimpanan di dalam kabin, termasuk dudukan gawai dan gantungan multifungsi.
12 Fitur ADAS dan Parkir Otomatis
Untuk keselamatan, BAIC T1 dibekali 12 jenis Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) yang saling terintegrasi. Tak ketinggalan, fitur Automatic Parking Assist membantu pengemudi memarkirkan mobil secara otomatis di ruang sempit.
Sistem hiburannya mengandalkan enam pengeras suara dengan konektivitas smartphone. Semua fitur ini dikendalikan lewat layar sentuh yang modern dan responsif.
Garansi 8 Tahun untuk Baterai, Target Lokalisasi 60% di 2027
PT JIO Distribusi Indonesia memberikan garansi kendaraan dasar 6 tahun atau 160.000 km, garansi baterai 8 tahun atau 160.000 km, plus gratis servis 4 tahun atau 80.000 km. Ini menjadi nilai jual utama untuk meredakan kekhawatiran konsumen soal durabilitas mobil listrik.
Meski saat ini masih diimpor utuh, perusahaan menargetkan perakitan lokal dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 60% pada 2027. Harga mulai Rp 300 jutaan disebut sudah kompetitif dengan produk rakitan lokal di kelas yang sama.
Pre-Booking BAIC T1 sudah dibuka sejak 9 Juli hingga 30 Juli 2026 dengan uang muka Rp 5 juta. Konsumen yang memesan lebih awal juga mendapat penawaran suku bunga spesial. Mobil ini akan dipamerkan lebih luas di GIIAS 2026 mendatang.