Pencarian

Ekspor Indonesia ke Armenia Tumbuh 83% per Tahun, Peluang Besar di Pasar Eurasia

Jumat, 10 Juli 2026 • 10:11:01 WIB
Ekspor Indonesia ke Armenia Tumbuh 83% per Tahun, Peluang Besar di Pasar Eurasia
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang bertemu Menteri Ekonomi Armenia di INNOPROM 2026, Rusia.

SUMATERA SELATAN — Pertemuan bilateral antara Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Ekonomi dan Perdagangan Armenia Gevorg Papoyan berlangsung di sela pembukaan INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia. Tahun ini menandai 34 tahun hubungan diplomatik kedua negara, yang dimulai pada 22 September 1992.

Kopi, Teh, hingga Serat Optik Jadi Andalan Ekspor

Sepanjang 2025, total perdagangan Indonesia-Armenia mencapai 26,7 juta dolar AS, dengan rata-rata pertumbuhan 70,64 persen per tahun selama periode 2021-2025. Seluruh transaksi berasal dari sektor nonmigas. Komoditas utama yang dikirim Indonesia ke Armenia meliputi kopi, teh, rempah-rempah, mesin dan peralatan mekanik, produk kelapa sawit, kakao, sabun, karet, serat optik, instrumen musik, hingga produk kulit.

Posisi Armenia sebagai Gerbang Eurasia

Agus menilai struktur perdagangan kedua negara saling melengkapi. Armenia unggul di produk aluminium, mesin dan peralatan mekanik, peralatan listrik, tembakau, serta pakaian jadi. Sementara impor Indonesia dari Armenia masih relatif kecil.

"Struktur perdagangan yang saling melengkapi ini menjadi fondasi yang kuat bagi pengembangan kerja sama industri, investasi, dan rantai pasok kedua negara ke depan," kata Agus dalam keterangan resmi.

Lebih penting lagi, Armenia merupakan anggota Eurasian Economic Union (EAEU). Posisi ini menjadikannya pintu masuk strategis bagi produk Indonesia ke kawasan Eurasia yang mencakup Rusia, Belarus, Kazakhstan, dan Kirgistan.

34 Tahun Hubungan Diplomatik Jadi Momentum

"Pada tahun 2026, kita menandai 34 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Armenia. Ini tonggak penting yang mencerminkan komitmen bersama memperkuat kerja sama ekonomi dan industri," ujar Agus. Ia optimistis kemitraan yang terbangun selama lebih dari tiga dekade akan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.

INNOPROM sendiri merupakan pameran industri internasional tahunan yang digelar di Rusia. Kehadiran Indonesia di ajang ini menjadi sinyal ekspansi pasar nontradisional di luar mitra dagang utama seperti China, Jepang, dan Amerika Serikat.

Peluang Investasi dan Rantai Pasok Baru

Bagi pelaku bisnis Indonesia, pertumbuhan ekspor dua digit ke Armenia membuka opsi diversifikasi pasar di tengah perlambatan ekonomi global. Sektor yang berpotensi dikembangkan antara lain produk olahan kelapa sawit, kopi spesialti, dan komponen elektronik. Pemerintah akan mendorong kerja sama di bidang industri pengolahan dan rantai pasok melalui skema business matching dan perjanjian dagang preferensial.

Bagikan
Sumber: wartaekonomi.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks