Pencarian

Perempuan Palembang Beralih ke Cindo-Pads, Pembalut Kain Bermotif Batik yang Ramah Lingkungan

Jumat, 31 Juli 2026 • 11:21:31 WIB
Perempuan Palembang Beralih ke Cindo-Pads, Pembalut Kain Bermotif Batik yang Ramah Lingkungan
Perempuan Palembang mengikuti edukasi penggunaan Cindo-Pads, pembalut kain bermotif batik yang ramah lingkungan, di Kopi 16 Pro, Palembang, Kamis (30/7/2026).

PALEMBANG — Narasi tabu seputar menstruasi mulai dirombak di Palembang. WCC Palembang bersama WALHI Sumsel menggelar "Edukasi dan Aksi Bersama Cindo-Pads: Untuk Perempuan, Untuk Bumi" di Kopi 16 Pro, Kamis (30/7/2026), menghadirkan sekitar 20 konten kreator untuk membahas pilihan pembalut yang lebih sehat bagi tubuh dan lingkungan.

Yeni Roslaini Izi, Dewan Pengurus WCC Palembang, menuturkan bahwa zaman dahulu perempuan menyembunyikan kondisi menstruasi dengan istilah "datang bulan" karena menganggapnya hal yang tabu untuk dibicarakan. Kini, lewat produk ini, WCC Palembang ingin membuka percakapan yang lebih sehat dan terbuka.

Kolaborasi Empat Lembaga dengan Sentuhan Batik

Cindo-Pads bukan sekadar pembalut kain biasa. Produk ini lahir dari kolaborasi WCC Palembang, Bank Sampah Kenanga, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sumsel, dan kelompok CU Jaya Bersama.

"Bahannya lembut dan aman, bebas bahan kimia berbahaya, diklaim minim iritasi, serta dilengkapi sentuhan kain batik," jelas Yeni. Ia menambahkan bahwa jika dirawat dengan benar, pembalut ini bisa digunakan selama 3-5 tahun.

Kenapa Pembalut Kain Lebih Ramah Lingkungan?

Dibalik kepraktisannya, misi utama Cindo-Pads adalah mengurangi limbah pembalut sekali pakai yang sulit terurai. Mayoritas pembalut konvensional berbahan dasar plastik yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai di lingkungan.

"Bahan pembalut sekali pakai yang mayoritas dari plastik akan sulit terurai ketika menjadi sampah. Sebaliknya, pembalut kain untuk periode tertentu akan awet dan ramah lingkungan karena dicuci ulang," kata Yeni.

Perawatan Jadi Kunci Keawetan

Meski menawarkan keawetan, Yeni mengingatkan bahwa ada syarat utama agar Cindo-Pads bisa digunakan dalam jangka panjang. "Kalau rajin dan merawat dengan baik, akan awet pembalut kain ini. Tapi kalau ada penyakit 'penyu' (pemalas), maka tingkat keawetan akan berkurang. Misalnya langsung dicemplung ke dalam mesin cuci," ujarnya sambil tertawa.

Kegiatan ini menjadi langkah kecil yang diharapkan memicu perubahan besar dalam cara pandang perempuan Palembang terhadap kesehatan reproduksi dan dampak lingkungan dari produk yang mereka gunakan sehari-hari.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: poskita.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks