MURATARA — Perjalanan emosional dilakukan Bupati Empat Lawang, Dr H Joncik Muhammad S.Si SH MM MH, saat menyambangi Desa Sukaraja, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Kamis (30/7). Desa yang berjarak sekitar 53 kilometer arah barat dari Kota Lubuklinggau itu merupakan kampung halaman leluhurnya yang terakhir ia kunjungi pada 2002.
Kedatangan Joncik dan rombongan disambut hangat oleh keluarga besarnya, termasuk Drs HM Isa Sigit, Sekretaris Daerah Muratara pada masanya. Isa Sigit menegaskan bahwa garis keturunan Joncik dari Muratara sangat jelas, di mana nenek atau puyang dari pihak ibunya merupakan orang asli Sukaraja yang dulunya masuk wilayah Kabupaten Musi Rawas.
Ikatan Keluarga yang Masih Kuat di Sukaraja
Menurut Isa Sigit, hingga kini masih banyak keluarga Joncik yang menetap di Desa Sukaraja, meskipun sebagian lainnya telah merantau ke berbagai kota di Indonesia. Isa juga mengaku memiliki hubungan keluarga dengan Joncik dan sangat mengenal sosok kedua orang tua Bupati Empat Lawang tersebut.
"Bahkan dulu bapaknya dan keluarga pernah tinggal di Sukaraja, namun tidak lama dia kembali lagi ke Lintang Empat Lawang," kenang Isa Sigit.
Selama sekitar tiga jam berada di Sukaraja, Joncik bertemu dengan banyak keluarganya yang menetap di desa tersebut. Suasana kekeluargaan terasa sangat cair ketika mereka membuka kembali lembaran sejarah masa lalu kehidupan leluhurnya, diselingi kelakar dan guyonan dengan bahasa khas Rupit Rawas.
Rencana Persedekahan untuk Mempererat Silaturahmi
Dalam kesempatan itu, Joncik menyampaikan niatnya untuk menggelar acara persedekahan di Desa Sukaraja dengan mengundang seluruh warga. Rencana ini ia sampaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap asal-usul dan upaya memperkuat tradisi keluarga.
"Itu semua dilakukan untuk mengenang asal-usul, memperkuat tradisi, dan mempererat silaturahmi antar sesama keluarga," tegas Joncik yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Sumatera Selatan.
Kunjungan ini menjadi momen penting bagi Joncik untuk kembali menapak tilas sejarah keluarganya sekaligus menyaksikan langsung perkembangan Desa Sukaraja yang telah banyak berubah sejak terakhir kali ia berkunjung lebih dari dua dekade lalu.