SUMATERA SELATAN — Semangat gotong royong kembali mewarnai pelaksanaan program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Anggota Satgas TMMD Reg ke-129 bahu-membahu dengan warga memindahkan batako dari lokasi penurunan material menuju titik pembangunan rumah.
Setiap batako yang diangkat menjadi simbol komitmen bersama dalam menghadirkan hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Meski harus menghadapi medan yang cukup menantang, semangat kebersamaan tetap terjaga.
Kebersamaan yang Mempererat Hubungan Kekeluargaan
Kolaborasi antara Satgas dan warga tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan. Kehadiran warga dalam setiap tahapan pembangunan menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih tumbuh kuat sebagai budaya yang dipertahankan.
Melalui kerja sama yang solid, berbagai pekerjaan dapat diselesaikan secara lebih efektif dan efisien. Sinergi yang terjalin menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas dan tepat waktu.
Peran Aktif Masyarakat Kunci Keberhasilan Program
Serda Maskuri, Anggota Satgas, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan program RTLH. Dengan saling membantu, proses pembangunan dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
"Dengan saling membantu, proses pembangunan dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan yang dikerjakan bersama," ujarnya.
Hal senada disampaikan Pak Fajar (50), seorang warga yang mengaku senang dapat berpartisipasi secara langsung dalam proses pembangunan rumah. Ia berharap kolaborasi yang terjalin dapat terus dipelihara sehingga manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Pengangkatan batako yang dilakukan bersama ini menjadi gambaran nyata bahwa keberhasilan program RTLH tidak hanya bergantung pada kerja Satgas, tetapi juga pada dukungan aktif masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga Sumatera Selatan.