SUMATERA SELATAN — Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan sebanyak 474 saham berhasil ditutup di zona hijau, sementara 185 saham melemah dan 304 saham lainnya stagnan. Volume perdagangan tercatat sebanyak 32,5 miliar lembar saham berpindah tangan sepanjang sesi perdagangan hari ini.
Sektor Energi dan Keuangan Jadi Motor Penggerak Utama
Dari 11 indeks sektoral, hanya sektor transportasi yang ditutup melemah. Sektor energi memimpin penguatan, diikuti oleh sektor teknologi dan kesehatan yang juga mencatatkan kenaikan signifikan. Kondisi ini menunjukkan rotasi sektor yang terjadi di pasar modal Indonesia, di mana investor mulai melirik saham-saham siklikal.
Indeks-indeks utama pun turut menghijau. LQ45 naik 1,29% ke posisi 633, Jakarta Islamic Index (JII) menguat 1,50% ke 383, IDX30 bertambah 0,84% ke 354, dan MNC36 naik 0,77% ke 273.
Saham Top Gainers: EKAD dan DART Melonjak Lebih dari 34%
PT Ekadharma International Tbk (EKAD) menjadi primadona dengan melonjak 34,83% ke Rp 240 per saham. Disusul PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) yang naik 34,59% ke Rp 214, serta PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) yang terdongkrak 28,57% ke Rp 198.
Di sisi lain, tekanan jual terlihat pada beberapa emiten. Berikut daftar saham dengan penurunan terdalam:
- PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) — turun 15% ke Rp 476
- PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) — ambles 14,88% ke Rp 1.030
- PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) — melemah 11,45% ke Rp 580
Sentimen Pasar dan Proyeksi Sesi Berikutnya
Lonjakan IHSG hari ini menandai reli terbesar dalam beberapa pekan terakhir, mengindikasikan optimisme pelaku pasar terhadap fundamental ekonomi domestik. Namun, investor tetap perlu mencermati potensi profit taking pada sesi berikutnya mengingat kenaikan yang cukup tajam terjadi dalam satu hari.
Dengan ditutupnya IHSG di level 6.373, indeks kini berada di dekat level psikologis 6.400. Pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh aksi investor asing serta rilis data ekonomi makro yang dijadwalkan pekan ini.
Investasi mengandung risiko.