OKI — Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Gerakan Pramuka di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dijadikan sebagai ajang konsolidasi kader kepemimpinan muda. Wakil Bupati OKI Supriyanto menegaskan, organisasi kepramukaan harus bergerak melampaui agenda seremonial tahunan dan menjawab persoalan aktual daerah, salah satunya ancaman karhutla.
Menurut dia, kondisi cuaca kering yang melanda wilayah OKI saat ini memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Anggota Pramuka diminta menjadi penggerak kesadaran lingkungan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Peran Baru Pramuka di Tengah Kemarau
Supriyanto menyebut, pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah dan aparat keamanan. Dibutuhkan kesadaran kolektif, dan Pramuka adalah salah satu saluran strategis untuk menumbuhkan hal tersebut.
"Kondisi saat ini cuaca kering kemarau. Ini menjadi atensi pemerintah pusat. Kita harus sama-sama peduli dengan kebakaran hutan dan lahan," kata Supriyanto dalam amanatnya di hadapan para anggota Pramuka se-Kabupaten OKI.
Ia meminta para pembina dan pelatih menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pengabdian. Semangat gotong royong yang menjadi nilai utama kepramukaan, lanjutnya, harus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar wacana.
Bentuk Perjuangan Generasi Muda Kini
Dalam kesempatan yang dirangkaikan dengan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia itu, Supriyanto mengingatkan bahwa perjuangan generasi muda saat ini berbeda dengan masa lalu. Tidak lagi mengangkat senjata, melainkan melalui karya, prestasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
"Ini bukan sekadar apel seremonial, tetapi menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali menghayati makna kemerdekaan sekaligus meneguhkan semangat kebangsaan dalam diri setiap anggota Gerakan Pramuka," ujarnya.
Nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Darma, menurut Supriyanto, harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Sikap disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama menjadi modal dasar bagi lahirnya pemimpin masa depan OKI.
Teknologi Jangan Lunturkan Nilai Pancasila
Supriyanto juga menyoroti dampak perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi terhadap generasi muda. Kemajuan teknologi, kata dia, semestinya dimanfaatkan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan produktivitas, bukan justru mengikis nilai-nilai kebangsaan.
"Tunjukkan bahwa generasi muda Kabupaten Ogan Komering Ilir adalah generasi yang tangguh, berkarakter, berprestasi, dan siap menjadi pemimpin masa depan," tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan sumber daya manusia tidak bisa dilakukan secara instan. Pendidikan dan pembinaan yang diberikan kepada anggota Pramuka hari ini merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.
"Saya yakin dengan proses yang diberikan kepada pelatih pembina, nilai-nilai Pramuka tertanam dan terpancang pada diri setiap insan Pramuka. Kami tentunya berharap pada masa-masa yang akan datang akan lahir para pemimpin yang mempunyai karakter, disiplin, kebersamaan untuk membawa Kabupaten OKI ini jauh lebih maju," tutur Supriyanto.
"Setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya. Pada masa anak-anakku semuanya nanti, sumber daya manusia kita harus sudah mumpuni. Hari ini tentu menjadi pondasi untuk jauh pada masa yang akan datang," pungkasnya.